FINANCE 24 JAM- Bagaimana jika selama bertahun-tahun penerimaan pajak Indonesia bocor lewat celah ekspor yang nyaris tak terdeteksi?
Apakah teknologi kecerdasan buatan akhirnya membuka praktik lama yang merugikan keuangan negara secara sistematis?
Pemerintah mengungkap dugaan manipulasi ekspor crude palm oil oleh sejumlah korporasi besar yang berdampak signifikan terhadap penerimaan pajak nasional.
Baca Juga: Ekonomi Menguat 5,11 Persen, Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Penopang Pertumbuhan
Temuan itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu, 4 Februari 2026.
Modus Manipulasi Ekspor CPO Melalui Negara Transit Pajak
Purbaya menjelaskan praktik manipulasi dilakukan dengan melaporkan ekspor CPO ke negara transit seperti Singapura dengan nilai jauh lebih rendah.
Padahal, berdasarkan data perdagangan internasional, tujuan akhir pengiriman minyak sawit mentah tersebut adalah Amerika Serikat.
Baca Juga: Tambang Emas Tumpang Pitu Jadi Sorotan Setelah Kajian 3 Regulasi Minerba dan Kehutanan Tahun 2012
Kementerian Keuangan menemukan selisih harga signifikan antara laporan ekspor dari Indonesia dan data impor negara tujuan.
Dalam beberapa kasus, harga yang dilaporkan hanya sekitar 50 persen dari harga riil di pasar Amerika Serikat.
Purbaya menyebut praktik ini sebagai bentuk transfer pricing agresif yang bertujuan menekan kewajiban pajak di Indonesia.
Baca Juga: SKK Migas Tegaskan Target Produksi Migas 2026 Melalui CEO Forum Bersama Korporasi Migas Global
Singapura dipilih karena memiliki rezim pajak lebih rendah dibanding Indonesia.
Pemanfaatan Artificial Intelligence Dalam Pelacakan Ekspor Nasional
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memanfaatkan sistem Lembaga Nasional Single Window berbasis kecerdasan buatan untuk menganalisis pengiriman.
Artikel Terkait
Gejolak Pasar Modal 2026: IHSG Anjlok, Dirut Bursa Efek Indonesia Lepas Jabatan Secara Profesional
Open To Work Prilly Latuconsina Picu Kontroversi LinkedIn, Ini Fakta Klarifikasi dan Permintaan Maaf
KLH Gugat Korporasi Tambang Martabe Rp226 Miliar, Sidang Fokus Administrasi Dan Legal Standing
Konsumsi Rumah Tangga Tetap Solid Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menutup Tahun 2025
Penegakan Hukum Pasar Modal Diperkuat, OJK Sediakan Data untuk Usut Manipulasi Saham Terstruktur
Restrukturisasi Washington Post Pangkas Karyawan dan Tutup Desk Utama Demi Efisiensi Operasional
OTT Pegawai Pajak Terungkap, Menkeu Siapkan Sanksi Nonjob dan Perbaikan Sistem Fiskal Menyeluruh
Pemerintah Ungkap Modus Ekspor CPO Harga Rendah Negara Transit Rugikan Pajak Nasional Bertahun Tahun
Target Lifting Migas 2026 Dipercepat Melalui CEO Forum SKK Migas Bersama Korporasi Global
Fakta.Tambang Emas Tumpang Pitu Terungkap, Dari 2012 Hingga Perubahan Saham Korporasi Tambang