FINANCE 24 JAM - Apakah lonjakan kinerja industri manufaktur 2025 menjadi sinyal kebangkitan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global?
Mampukah pertumbuhan manufaktur tertinggi dalam satu dekade menjaga stabilitas produksi, ekspor, dan lapangan kerja di tengah dinamika permintaan domestik serta internasional?
Industri Manufaktur Jadi Kontributor Terbesar Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2025
Industri manufaktur kembali menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto pada triwulan IV 2025.
Baca Juga: Fakta.Tambang Emas Tumpang Pitu Terungkap, Dari 2012 Hingga Perubahan Saham Korporasi Tambang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor industri pengolahan menyumbang 19,20 persen terhadap PDB, menjadikannya kontributor tertinggi dibandingkan lapangan usaha lainnya sepanjang periode tersebut.
Pertumbuhan industri manufaktur secara tahunan mencapai 5,40 persen pada 2025, meningkat dari 4,43 persen tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.
Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan peningkatan kinerja manufaktur didorong permintaan domestik dan ekspor yang terus menguat sepanjang tahun.
Baca Juga: Target Lifting Migas 2026 Dipercepat Melalui CEO Forum SKK Migas Bersama Korporasi Global
“Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Permintaan Domestik dan Ekspor Dorong Produksi Industri Nasional Tumbuh
BPS mencatat subsektor makanan dan minuman menjadi motor utama pertumbuhan industri pengolahan sepanjang 2025.
Kinerja positif juga ditopang industri logam dasar serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional yang mencatat peningkatan produksi dan permintaan pasar.
Baca Juga: OTT Pegawai Pajak Terungkap, Menkeu Siapkan Sanksi Nonjob dan Perbaikan Sistem Fiskal Menyeluruh
Permintaan domestik yang stabil dan ekspor yang meningkat membantu menjaga aktivitas produksi manufaktur tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain manufaktur, sektor perdagangan mencatat pertumbuhan 6,07 persen secara tahunan pada triwulan IV 2025, menjadikannya sektor dengan pertumbuhan tinggi.
Artikel Terkait
Gejolak Pasar Modal 2026: IHSG Anjlok, Dirut Bursa Efek Indonesia Lepas Jabatan Secara Profesional
Open To Work Prilly Latuconsina Picu Kontroversi LinkedIn, Ini Fakta Klarifikasi dan Permintaan Maaf
KLH Gugat Korporasi Tambang Martabe Rp226 Miliar, Sidang Fokus Administrasi Dan Legal Standing
Konsumsi Rumah Tangga Tetap Solid Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menutup Tahun 2025
Penegakan Hukum Pasar Modal Diperkuat, OJK Sediakan Data untuk Usut Manipulasi Saham Terstruktur
Restrukturisasi Washington Post Pangkas Karyawan dan Tutup Desk Utama Demi Efisiensi Operasional
OTT Pegawai Pajak Terungkap, Menkeu Siapkan Sanksi Nonjob dan Perbaikan Sistem Fiskal Menyeluruh
Pemerintah Ungkap Modus Ekspor CPO Harga Rendah Negara Transit Rugikan Pajak Nasional Bertahun Tahun
Target Lifting Migas 2026 Dipercepat Melalui CEO Forum SKK Migas Bersama Korporasi Global
Fakta.Tambang Emas Tumpang Pitu Terungkap, Dari 2012 Hingga Perubahan Saham Korporasi Tambang