Menurut Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, target tersebut mencerminkan pandangan bersama.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksikan Tumbuh 5,4 Persen, Ini Motor dan Tantangan Utamanya
Untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan manfaatnya bagi berbagai lapisan masyarakat.
Peran Investasi Sebagai Pilar Ketahanan Jangka Panjang
Perluasan investasi menjadi pilar utama untuk mencapai pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Indonesia membutuhkan setidaknya Rp7.500 triliun investasi baru untuk mendukung agenda pembangunan nasional 2026.
Baca Juga: Sidak Pasar Nataru: Mentan Amran Sulaiman Temukan Minyak Goreng Di Atas HET Rp18.000 Per Liter
Investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga membuka lapangan kerja yang lebih luas dan menurunkan angka kemiskinan.
Kebijakan Fiskal Menopang Ketahanan Sosial Berbasis Data
Selain itu, perencanaan fiskal 2026 juga diarahkan pada pembangunan manusia, termasuk program pendidikan digital dan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui kolaborasi antar-kementerian dan lembaga.
Hal ini tercermin dalam target pemerintah untuk meningkatkan Indeks Modal Manusia menjadi 0,57 dan menurunkan rasio Gini untuk memperkuat keadilan ekonomi.
Baca Juga: Demutualisasi BEI Masuk Tahap Final, Ini 6 Perubahan Besar Tata Kelola Bursa Indonesia
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen tidak hanya mengejar angka pertumbuhan.
Tetapi juga kualitas pertumbuhan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.****