• Sabtu, 18 April 2026

Ruang Fiskal Ketat Dan Ancaman Inflasi Jadi Tantangan Ekonomi Indonesia Tahun 2026 Menurut Eddy Soeparno

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Rabu, 15 April 2026 | 10:20 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi ungkap kepemilikan saham korporasi setelah kebijakan keterbukaan Ultimate Beneficial Owner diterapkan (Dok. Instagram @eddy_soeparno)
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi ungkap kepemilikan saham korporasi setelah kebijakan keterbukaan Ultimate Beneficial Owner diterapkan (Dok. Instagram @eddy_soeparno)

Kenaikan Harga Pupuk dan Plastik Picu Risiko Inflasi Konsumen

Eddy mengingatkan potensi kenaikan harga bahan baku seperti pupuk dan plastik yang dapat memicu lonjakan harga pangan dan barang konsumsi.

Baca Juga: Kemenkeu Percepat Reformasi Pajak Lewat Mutasi Pegawai dan Penegakan Hukum Tanpa Kompromi

Ia menjelaskan kenaikan harga pupuk akan berdampak langsung pada biaya produksi pertanian yang berujung pada kenaikan harga beras dan sayuran.

Sementara itu, kenaikan harga plastik akan mempengaruhi produk seperti mie instan, air minum kemasan, dan berbagai kebutuhan rumah tangga.

Pengelolaan APBN dan Bantuan Sosial Jadi Penopang Stabilitas Ekonomi

Eddy menilai pemerintah perlu berhati-hati dalam mengelola APBN yang ruang fiskalnya semakin terbatas di tengah tekanan harga energi.

Baca Juga: Rotasi Pimpinan DJP dan Bea Cukai Jadi Langkah Strategis Kemenkeu Perkuat Pengawasan Internal

Ia menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat melalui program bantalan sosial dan pengendalian inflasi yang efektif.

Sebagai konteks, pemerintah sebelumnya menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dengan mengandalkan konsumsi domestik dan investasi sebagai penggerak utama.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X