• Sabtu, 18 April 2026

Temuan BPK Soal Inefisiensi Rp12,59 Triliun Picu Sorotan Tata Kelola Korporasi Pupuk dan Subsidi

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Minggu, 15 Februari 2026 | 03:20 WIB
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi. Ilustrasi pupuk subsidi di gudang distribusi nasional, di tengah sorotan publik terhadap temuan audit BPK terkait dugaan inefisiensi dan potensi kerugian negara di sektor pupuk strategis. (Facebook.com @Uchok Sky Khadafi)
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi. Ilustrasi pupuk subsidi di gudang distribusi nasional, di tengah sorotan publik terhadap temuan audit BPK terkait dugaan inefisiensi dan potensi kerugian negara di sektor pupuk strategis. (Facebook.com @Uchok Sky Khadafi)

Dampak Tata Kelola Pupuk Terhadap Swasembada Pangan Nasional

BPK memperingatkan bahwa tanpa perbaikan kebijakan dan tata kelola, kinerja penyediaan pupuk nasional berpotensi terganggu dan memengaruhi stabilitas produksi pangan.

Baca Juga: Mengurai Sikap Indonesia di World Of Peace dan Komitmen Kemerdekaan Palestina Tetap Prioritas

Inefisiensi berkelanjutan berisiko menekan anggaran subsidi, mengganggu distribusi pupuk, serta memengaruhi kesejahteraan petani di berbagai wilayah Indonesia.

Uchok Sky Khadafi menegaskan temuan BPK tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif dan harus ditindaklanjuti melalui proses hukum transparan.

Situasi ini menjadi ujian bagi reformasi tata kelola BUMN strategis serta konsistensi penegakan hukum terhadap potensi kerugian keuangan negara.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X