• Sabtu, 18 April 2026

Batas Investasi Saham Asuransi Naik Hingga 20 Persen, IFG Progress Ingatkan Risiko Konsentrasi

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Kamis, 12 Februari 2026 | 07:25 WIB
IFG Progress mengingatkan penetapan batas investasi saham lebih tinggi harus mempertimbangkan kualitas tata kelola emiten dan stabilitas kinerja keuangan korporasi. (Dok. ifg.id)
IFG Progress mengingatkan penetapan batas investasi saham lebih tinggi harus mempertimbangkan kualitas tata kelola emiten dan stabilitas kinerja keuangan korporasi. (Dok. ifg.id)

FINANCE 24 JAM - Mampukah industri asuransi dan dana pensiun menjaga stabilitas jika batas investasi saham dinaikkan hingga 20 persen per emiten?

Bagaimana korporasi memastikan fleksibilitas investasi tidak menggerus solvabilitas dan ketahanan dana jangka panjang pemegang polis serta peserta pensiun?

Rencana kenaikan batas investasi saham bagi industri asuransi dan dana pensiun dinilai memberi ruang optimalisasi imbal hasil, namun tetap membutuhkan disiplin manajemen risiko yang kuat.

Baca Juga: Gejolak IHSG: Presiden Prabowo Marah, Evaluasi Bursa, dan Sorotan Anomali Saham di Pasar Modal

IFG Progress menilai kebijakan ini berpotensi memperkuat peran investor institusional dalam pasar modal, tetapi harus dijalankan dengan kerangka tata kelola yang ketat.

Kepala IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman menegaskan fleksibilitas investasi harus diimbangi pengawasan, transparansi, dan pengelolaan risiko yang berbasis profil liabilitas.

Batas Investasi Saham Tinggi Berpotensi Tingkatkan Konsentrasi Risiko Pasar

Peningkatan batas investasi saham hingga 20 persen membuka peluang konsentrasi risiko lebih besar pada saham tertentu di tengah volatilitas pasar berkembang.

Baca Juga: Aksi Protes Palestina di Australia Meluas ke Puluhan Kota Saat Presiden Israel Isaac Herzog Knjungan

Meskipun saham berkapitalisasi besar relatif stabil, sentimen nonfundamental tetap dapat memengaruhi kinerja pasar secara signifikan.

Ibrahim menyatakan penetapan kriteria saham harus mempertimbangkan kualitas tata kelola emiten, stabilitas kinerja keuangan, serta transparansi informasi secara menyeluruh.

Perbedaan Profil Liabilitas Tentukan Strategi Investasi Setiap Institusi Keuangan

Setiap korporasi asuransi dan dana pensiun memiliki karakteristik liabilitas berbeda yang menentukan strategi alokasi investasi dan kebutuhan likuiditas.

Baca Juga: KPK Soroti Risiko Korupsi Industri Nikel dari Perizinan Tambang Hingga Ekspor Berdasarkan Kajian

Asuransi umum cenderung konservatif karena kewajiban jangka pendek dan kebutuhan likuiditas tinggi untuk pembayaran klaim.

Asuransi jiwa memiliki ruang lebih besar memanfaatkan saham sebagai sumber pertumbuhan aset jangka panjang, namun tetap mendahulukan penempatan aset berimbal hasil pasti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X