FINANCE 24 JAM - Mengapa subsidi BBM justru lebih banyak dinikmati kelompok mampu dibanding masyarakat bawah?
Bisakah kendaraan listrik menjadi solusi agar subsidi energi lebih adil dan tepat sasaran?
Ketimpangan Konsumsi Subsidi Energi Jadi Sorotan Kebijakan Ekonomi Nasional
Ketimpangan distribusi subsidi energi menjadi perhatian ekonom karena manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga: Krisis Energi Global 2026 Memanas, SBY Dukung Pemerintah Jaga Stabilitas Harga BBM Nasional
Data kajian INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) menunjukkan konsumsi pertalite lebih banyak digunakan kelompok ekonomi atas dibanding masyarakat bawah.
Prof Didik J Rachbini Ph.D, Ekonom INDEF, mengatakan sekitar 63 persen subsidi dinikmati kelompok atas.
Sementara kelompok masyarakat ekonomi bawah hanya menikmati sekitar 37 persen dari total konsumsi energi bersubsidi nasional.
Baca Juga: APBN Indonesia Tetap Terkendali, Apa Faktor Penopang Stabilitas Fiskal Menurut Menkeu Purbaya
Kendaraan Listrik Disebut Solusi Kebijakan Subsidi Lebih Tepat Sasaran
Transformasi kendaraan listrik dinilai dapat menjadi solusi memperbaiki efektivitas kebijakan subsidi energi agar lebih tepat sasaran.
Didik J Rachbini menyatakan konversi kendaraan BBM ke listrik dapat mengurangi ketergantungan subsidi sekaligus memperbaiki struktur belanja negara.
Ia menyebut kendaraan listrik mampu menekan subsidi energi hingga 85 persen berdasarkan hasil kajian INDEF.
Baca Juga: Target Pemerintah di Atas 5 Persen, OECD Justru Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Lambat
Menurutnya reformasi energi harus diarahkan tidak hanya pada efisiensi fiskal tetapi juga keadilan distribusi manfaat subsidi.
Lonjakan Harga Minyak Global Picu Risiko Krisis Energi Regional
Harga minyak dunia yang meningkat akibat konflik geopolitik memperbesar risiko krisis energi di kawasan Asia termasuk Indonesia.
Artikel Terkait
Trump Sebut Kesepakatan Nuklir Iran Akan Jamin Perdamaian Timur Tengah dan Lindungi Sekutu AS
Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas Memasuki Babak Baru Setelah Kembali Ditahan Rutan KPK Jakarta
Kisah Indonesia Raya, Media Legendaris yang Jadi Inspirasi Jurnalisme Investigasi Indonesia Hingga Kini
Harga Minyak Dunia Naik Drastis, Ini Risiko Ekonomi Global Menurut CEO Korporasi Investasi BlackRock Terkini
Kebijakan WFH ASN Segera Berlaku, Ini Dampaknya Bagi Dunia Kerja dan Transformasi Birokrasi Indonesia
Pernyataan Menkeu Soal APBN Jadi Sorotan Ini Dampaknya Bagi Stabilitas Ekonomi Indonesia ke Depan
Target 15 Juta SPT 2026, Perpanjangan Waktu Tingkatkan Kepatuhan Pajak Masyarakat Produktif
OJK Sambut Kebijakan Kemenkeu Tambah Dana Perbankan, Bisa Redam Tekanan Likuiditas Akibat Kenaikan Yield
Pernyataan Menkeu Soal APBN Jadi Sorotan Ini Dampaknya Bagi Stabilitas Ekonomi Indonesia ke Depan
Analisis SBY Tentang Harga Minyak Dunia dan Ketahanan Ekonomi di Tengah Konflik Timur Tengah