• Sabtu, 18 April 2026

Transisi Energi, INDEF Ingatkan Risiko Krisis Fiskal Jika Indonesia Terlambat Lakukan Elektrifikasi Transportasi

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Jumat, 27 Maret 2026 | 16:45 WIB
Ekonom Senior INDEF Prof Didik J Rachbini Ph.D. Kajian ekonomi terbaru menegaskan pentingnya reformasi subsidi energi agar manfaatnya lebih adil bagi seluruh lapisan masyarakat. (Dok. Kreasi Dola AI)
Ekonom Senior INDEF Prof Didik J Rachbini Ph.D. Kajian ekonomi terbaru menegaskan pentingnya reformasi subsidi energi agar manfaatnya lebih adil bagi seluruh lapisan masyarakat. (Dok. Kreasi Dola AI)

Sejumlah laporan media sebelumnya menyebut Filipina menghadapi tekanan energi akibat kenaikan harga impor bahan bakar.

Baca Juga: Tambahan Likuiditas Pemerintah Dinilai Efektif Tekan Cost Of Fund dan Stabilkan Suku Bunga Kredit Perbankan

Didik J Rachbini mengatakan Indonesia harus belajar dari pengalaman negara lain dalam mengantisipasi risiko tersebut.

Ia menilai ketergantungan pada energi impor berpotensi meningkatkan kerentanan ekonomi jika harga global terus bergejolak.

Percepatan Elektrifikasi Transportasi Jadi Agenda Strategis Pemerintah Indonesia Kedepan

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan rencana percepatan konversi kendaraan listrik sebagai bagian strategi transformasi energi nasional.

Baca Juga: Penyesuaian Jadwal Vietnam Airlines Jadi Sinyal Tekanan Pasokan Avtur, Ini Penjelasan Soal Penanganannya

Program tersebut mencakup kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga kendaraan logistik secara bertahap.

Didik J Rachbini menilai kebijakan ini sejalan dengan kebutuhan memperkuat ketahanan energi nasional.

Ia menyebut keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan konsistensi kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Data Terbaru Stok Beras dan Komoditas Strategis Tunjukkan Tren Positif Ketahanan Pangan Nasional

Transisi Energi Hijau Jadi Langkah Antisipasi Ketidakpastian Ekonomi Global

Krisis iklim dan konflik global membuat transisi energi hijau semakin mendesak dilakukan berbagai negara termasuk Indonesia.

Didik J Rachbini mengatakan transisi energi merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ia menegaskan keterlambatan transisi energi dapat meningkatkan risiko tekanan fiskal akibat subsidi energi yang tidak terkendali.

Baca Juga: TNI AL Siapkan Awak Kapal Induk Pertam, Fokus Pelatihan Teknologi dan Operasi Maritim Terpadu Modern

Menurutnya momentum krisis energi global saat ini menjadi waktu tepat mempercepat reformasi kebijakan energi nasional.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X