• Sabtu, 18 April 2026

Danantara Diusulkan Mampu Tekan Biaya Produksi dan Stabilkan Bahan Baku Industri Tekstil Nasional

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Rabu, 11 Februari 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi industri tekstil dan produk tekstil. Industri tekstil Indonesia masih menyerap hampir 4 juta tenaga kerja meski menghadapi tekanan biaya produksi dan stagnasi ekspor selama satu dekade terakhir. (Dok. Kreasi Dola AI)
Ilustrasi industri tekstil dan produk tekstil. Industri tekstil Indonesia masih menyerap hampir 4 juta tenaga kerja meski menghadapi tekanan biaya produksi dan stagnasi ekspor selama satu dekade terakhir. (Dok. Kreasi Dola AI)

Industri tekstil diarahkan tumbuh di atas lima hingga tujuh persen agar kontribusi terhadap PDB nasional semakin signifikan.

Baca Juga: Kajian Pemerintah Tentukan Masa Depan Tambang Martabe dan Kepastian Investasi Tambang

Sektor ini juga diusulkan masuk prioritas RPJMN 2025-2049 serta Proyek Strategis Nasional untuk mempercepat modernisasi industri.

Tody Ardiansyah Prabu menilai kebijakan konsisten dan berpihak diperlukan agar industri tekstil kembali kompetitif di pasar global.

Sinergi Negara dan Pelaku Usaha Perkuat Ekosistem Industri Nasional

Keterlibatan BUMN di sektor hulu diharapkan mampu menyediakan bahan baku dan energi dengan harga stabil bagi industri tekstil nasional.

Baca Juga: Moody’s Turunkan Prospek Indonesia, Ekonom Ungkap Risiko Tata Kelola yang Ancam Investor Global

Skema subsidi energi dan penyediaan bahan baku murah dinilai dapat menekan biaya produksi tanpa menciptakan distorsi pasar.

Tody Ardiansyah Prabu menegaskan sinergi negara dan pelaku usaha menjadi kunci kebangkitan industri tekstil Indonesia.

Ia menyebut tanpa strategi nasional konsisten, risiko deindustrialisasi sektor tekstil dapat menjadi ancaman nyata bagi ekonomi nasional.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X