Industri tekstil diarahkan tumbuh di atas lima hingga tujuh persen agar kontribusi terhadap PDB nasional semakin signifikan.
Baca Juga: Kajian Pemerintah Tentukan Masa Depan Tambang Martabe dan Kepastian Investasi Tambang
Sektor ini juga diusulkan masuk prioritas RPJMN 2025-2049 serta Proyek Strategis Nasional untuk mempercepat modernisasi industri.
Tody Ardiansyah Prabu menilai kebijakan konsisten dan berpihak diperlukan agar industri tekstil kembali kompetitif di pasar global.
Sinergi Negara dan Pelaku Usaha Perkuat Ekosistem Industri Nasional
Keterlibatan BUMN di sektor hulu diharapkan mampu menyediakan bahan baku dan energi dengan harga stabil bagi industri tekstil nasional.
Baca Juga: Moody’s Turunkan Prospek Indonesia, Ekonom Ungkap Risiko Tata Kelola yang Ancam Investor Global
Skema subsidi energi dan penyediaan bahan baku murah dinilai dapat menekan biaya produksi tanpa menciptakan distorsi pasar.
Tody Ardiansyah Prabu menegaskan sinergi negara dan pelaku usaha menjadi kunci kebangkitan industri tekstil Indonesia.
Ia menyebut tanpa strategi nasional konsisten, risiko deindustrialisasi sektor tekstil dapat menjadi ancaman nyata bagi ekonomi nasional.****
Artikel Terkait
Rencana Akuisisi PNM oleh Pemerintah Disorot, Subsidi Bunga KUR Rp14 Triliun Dinilai Belum Efektif
UUCK Jadi Solusi 4 Juta Ha Sawit Bermasalah, POPSI Tekankan Legalitas, Pemulihan Ekosistem, dan Kepastian
Kajian 3 SK Bupati Banyuwangi 2012 Soal Pengalihan IUP Tumpang Pitu Picu Hukum dan Transparansi
Target Rasio Pajak 12 Persen PDB 2026, Kemenkeu Gunakan AI untuk Deteksi Under Invoicing Korporasi
Peringatan MSCI 2026: Terancam Turun Kelas, Ekonom Soroti Masalah Governance dan Investasi Domestik
Tambang Emas Tumpang Pitu dan Sengketa Hukum Internasional Intrepid Mines Jadi Sorotan Kebijakan
Pengalihan Tambang Martabe ke BUMN Baru dan Dampaknya Pada Investor Global Sektor Mineral
Peringatan Moody’s Dan MSCI 2026, Risiko Likuiditas dan Nilai Tukar Rupiah Bergantung Perbaikan Tata Kelola
Fokus Proyek Waste To Energy Danantara Ambil 30 Persen Ekuitas dan Siapkan Investasi Saham Harian
Audiensi 4 Jam Prabowo dengan 5 Konglomerat Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Korporasi untuk Ekonomi