bisnis

Di Tengah Sanksi Barat, Peluang Indonesia Beli Minyak Rusia Jadi Sorotan Strategi Energi Nasional Tahun Ini

Jumat, 3 April 2026 | 09:30 WIB
Tanker minyak di jalur perdagangan Asia menggambarkan pergeseran ekspor Rusia setelah sanksi Barat mengubah peta energi dunia. (Dok. pertamina-pis.com)

FINANCE 24 JAM - Mengapa negara Asia berlomba mendapatkan minyak Rusia meski tekanan geopolitik meningkat?

Apakah Indonesia akan tertinggal jika tidak segera mengamankan pasokan energi murah bagi industri domestik?

Pergeseran Peta Energi Dunia ke Kawasan Asia Pasca Sanksi Barat

Dikutip dari media Indonesiaraya.co.id,  Pasar energi global mengalami perubahan besar setelah Rusia mengalihkan ekspor minyak dari Eropa menuju Asia sebagai respons sanksi ekonomi Barat.

Baca Juga: Harga Energi Global Naik Tajam, Pemerintah Pastikan BBM Indonesia Tetap Stabil Demi Jaga Daya Beli

Data perdagangan menunjukkan negara Asia menjadi pembeli utama karena kebutuhan energi tinggi serta kebutuhan menjaga inflasi tetap terkendali.

Situasi ini menciptakan kompetisi baru antar negara berkembang untuk mendapatkan pasokan energi dengan harga paling kompetitif.

Indonesia dalam Kompetisi Regional Mendapatkan Akses Minyak Diskon Rusia

Indonesia mulai masuk radar kerja sama energi setelah Rusia membuka peluang ekspor minyak mentah kepada negara Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Baca Juga: Garuda Indonesia Hentikan Rute Jakarta Bengkulu, Sinyal Perubahan Besar Industri Penerbangan Domestik

Lyudmila Vorobieva saat menjabat Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia menyatakan kerja sama energi bersifat komersial tanpa agenda politik.

Menurutnya keputusan pembelian sepenuhnya berada pada pemerintah Indonesia sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.

Dampak Harga Energi Terhadap Industri dan Daya Saing Ekonomi

Harga energi murah berpengaruh langsung terhadap biaya produksi industri manufaktur, logistik, serta sektor transportasi yang menopang pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Anthony Budiawan Soroti Pentingnya Kritik Pengamat Ekonomi Sebagai Early Warning System Stabilitas Ekonomi

Efisiensi biaya energi dapat meningkatkan daya saing ekspor nasional serta menjaga stabilitas harga barang konsumsi masyarakat kelas produktif.

Kebijakan energi murah juga berpotensi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bertumpu pada konsumsi domestik.

Halaman:

Tags

Terkini