• Sabtu, 18 April 2026

Ketika Utang Amerika Serikat Membengkak 38 Triliun Dolar AS, Ray Dalio Soroti Ancaman Global

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Senin, 2 Februari 2026 | 20:09 WIB
Ray Dalio, Founder Bridgewater Associates, memperingatkan lonjakan utang Amerika Serikat sebagai risiko sistemik ekonomi global.  (Facebook.com @Ray Dalio)
Ray Dalio, Founder Bridgewater Associates, memperingatkan lonjakan utang Amerika Serikat sebagai risiko sistemik ekonomi global. (Facebook.com @Ray Dalio)

Ancaman Devaluasi Dolar dan Bayangan Krisis 1971

Dalio membandingkan situasi saat ini dengan tahun 1971, ketika Presiden Richard Nixon mencabut standar emas Dolar AS.

Baca Juga: Data WALHI 2026 Ungkap 26 Juta Ha Hutan Alam Terancam Deforestasi Legal Berbasis Perizinan Resmi

Kebijakan tersebut memicu depresiasi tajam dolar dan mengubah arsitektur moneter global berbasis mata uang fiat.

Menurut Dalio, daya beli Dolar AS telah turun lebih dari 87 persen dalam lima dekade terakhir.

Ia menilai inflasi adalah “pajak tersembunyi” yang akan ditanggung generasi mendatang akibat kebijakan utang saat ini.

Baca Juga: Transaksi Tambang Emas Ilegal Rp992 T Terindikasi Kejahatan, Data Diserahkan ke Aparat Penegak Hukum

Kondisi ini diperparah oleh kenaikan imbal hasil obligasi dan beban bunga tahunan yang terus membesar.

Data Congressional Budget Office menunjukkan pembayaran bunga AS berpotensi melampaui anggaran pertahanan dalam beberapa tahun ke depan.

Implikasi Bagi Indonesia dan Ketahanan Ekonomi Nasional

Pandangan Dalio relevan bagi Indonesia, mengingat ketergantungan perdagangan global masih didominasi Dolar AS.

Baca Juga: Kejagung Tegaskan Kasus Sawit Bukan Tambang, Penggeledahan Fokus Tata Kelola Perkebunan

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan diversifikasi cadangan devisa menjadi prioritas menjaga stabilitas rupiah.

“Kami memperkuat kerja sama mata uang lokal dan menjaga fundamental ekonomi,” ujar Perry dalam pernyataan resmi BI.

Indonesia juga memperluas instrumen lindung nilai dan memperkuat pembiayaan domestik untuk meredam volatilitas global.

Baca Juga: Bareskrim Selidiki Saham Gorengan, OJK dan BEI Telusuri Pola Transaksi Diduga Picu Tekanan IHSG Awal 2026

Sebagai penasihat informal Danantara, Dalio kerap dikaitkan dengan strategi investasi jangka panjang berbasis ketahanan aset.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X