Ancaman Devaluasi Dolar dan Bayangan Krisis 1971
Dalio membandingkan situasi saat ini dengan tahun 1971, ketika Presiden Richard Nixon mencabut standar emas Dolar AS.
Baca Juga: Data WALHI 2026 Ungkap 26 Juta Ha Hutan Alam Terancam Deforestasi Legal Berbasis Perizinan Resmi
Kebijakan tersebut memicu depresiasi tajam dolar dan mengubah arsitektur moneter global berbasis mata uang fiat.
Menurut Dalio, daya beli Dolar AS telah turun lebih dari 87 persen dalam lima dekade terakhir.
Ia menilai inflasi adalah “pajak tersembunyi” yang akan ditanggung generasi mendatang akibat kebijakan utang saat ini.
Baca Juga: Transaksi Tambang Emas Ilegal Rp992 T Terindikasi Kejahatan, Data Diserahkan ke Aparat Penegak Hukum
Kondisi ini diperparah oleh kenaikan imbal hasil obligasi dan beban bunga tahunan yang terus membesar.
Data Congressional Budget Office menunjukkan pembayaran bunga AS berpotensi melampaui anggaran pertahanan dalam beberapa tahun ke depan.
Implikasi Bagi Indonesia dan Ketahanan Ekonomi Nasional
Pandangan Dalio relevan bagi Indonesia, mengingat ketergantungan perdagangan global masih didominasi Dolar AS.
Baca Juga: Kejagung Tegaskan Kasus Sawit Bukan Tambang, Penggeledahan Fokus Tata Kelola Perkebunan
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan diversifikasi cadangan devisa menjadi prioritas menjaga stabilitas rupiah.
“Kami memperkuat kerja sama mata uang lokal dan menjaga fundamental ekonomi,” ujar Perry dalam pernyataan resmi BI.
Indonesia juga memperluas instrumen lindung nilai dan memperkuat pembiayaan domestik untuk meredam volatilitas global.
Sebagai penasihat informal Danantara, Dalio kerap dikaitkan dengan strategi investasi jangka panjang berbasis ketahanan aset.
Artikel Terkait
Pengunduran Diri Dirut Bursa Efek Indonesia Usai IHSG Turun 8 Persen dan Sorotan Keras Dari MSCI
Sejumlah Pimpinan OJK Mundur, 3 Pejabat Puncak Tegaskan Tanggung Jawab Moral Jaga Stabilitas Keuangan
IHSG Tertekan Aksi Jual Asing, Pemerintah Soroti Lambatnya Respons Terhadap Masukan MSCI
MSCI Beri Peringatan, Status Emerging Market Terancam Turun oleh Transparansi dan Regulasi
Dugaan Manipulasi Saham Gorengan Bareskrim Bersama OJK dan BEI Dalami IHSG Terkoreksi Hingga 2 Persen
Penyidikan Sawit 2015–2024 Berlanjut, Kejaksaan Agung Dalami Dokumen Dari Rumah Siti Nurbaya
PPATK Ungkap Dana Tambang Emas Ilegal Rp992 Triliun dalam 3 Tahun, Ancaman Ekonomi Nasional
26 Juta Hektar Hutan Alam Dalam Risiko, WALHI Nilai Izin Resmi Masih Buka Celah Kerusakan Ekosistem
Red Notice Interpol Jadi Babak Baru Kasus Korupsi Migas Pertamina Kerugian Negara Rp285 Triliun
Danantara Tegaskan Nol Agenda Perombakan Direksi Himbara Meski Isu Politik Menguat Akhir Januari 2026