• Sabtu, 18 April 2026

Rating Indonesia Dipangkas Nomura Setelah Goldman Sachs Dan UBS, IHSG Tertekan Hingga 8 Persen

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Selasa, 3 Februari 2026 | 10:25 WIB
Nomura adalah grup jasa keuangan dengan jaringan global terintegrasi.  Aktivitas perdagangan IHSG menunjukkan volatilitas tinggi setelah MSCI menyoroti transparansi dan free float saham domestik. (Dok. nomuraholdings.com)
Nomura adalah grup jasa keuangan dengan jaringan global terintegrasi. Aktivitas perdagangan IHSG menunjukkan volatilitas tinggi setelah MSCI menyoroti transparansi dan free float saham domestik. (Dok. nomuraholdings.com)

FINANCE 24JAM - Apakah pasar saham Indonesia masih layak menjadi tujuan investasi global di tengah meningkatnya keraguan lembaga internasional?

Seberapa besar dampak peringatan MSCI terhadap stabilitas IHSG dan kepercayaan investor asing ke depan?

Nomura Pangkas Rekomendasi Indonesia di Tengah Tekanan Global

Lembaga keuangan asal Jepang, Nomura Holdings Inc., memangkas rekomendasi pasar saham Indonesia menjadi netral dari overweight per awal Februari 2026.

Baca Juga: Setelah 10 Tahun, Interpol Lacak Muhammad Riza Chalid di Luar Negeri, Polri Buka Opsi Ekstradisi

Keputusan ini mengikuti langkah Goldman Sachs dan UBS yang lebih dulu menurunkan peringkat investasi Indonesia pada akhir Januari 2026.

Penyesuaian tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor global terhadap risiko struktural dan tata kelola pasar domestik.

Nomura menilai volatilitas pasar Indonesia meningkat signifikan akibat kombinasi sentimen eksternal dan isu domestik.

Baca Juga: ESDM Perluas Tambang Rakyat Legal, 313 Wilayah Pertambangan Rakyat Disiapkan Tahun 2026

Tekanan tersebut diperparah oleh peringatan dari MSCI terkait transparansi struktur kepemilikan dan mekanisme pembentukan harga saham.

Ketidakpastian ini memicu evaluasi ulang terhadap eksposur portofolio investor institusional global.

Dalam laporan resminya, Nomura menyebut pasar Indonesia memasuki fase wait and see hingga terdapat kejelasan kebijakan.

Evaluasi lanjutan MSCI yang dijadwalkan pada Mei 2026 menjadi faktor kunci arah pasar selanjutnya.

Baca Juga: Fokus Hilirisasi dan Energi Terbarukan, Danantara Incar Saham Strategis Nasional Tahun 2026

Investor global dinilai membutuhkan sinyal perbaikan struktural yang konkret sebelum meningkatkan kembali alokasi dana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X