FINANCE 24 JAM - Mengapa praktik saham gorengan terus berulang meski regulasi diperketat dan jumlah investor ritel meningkat pesat setiap tahun?
Apakah literasi keuangan publik cukup kuat menghadapi godaan keuntungan instan di tengah volatilitas pasar modal?
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai fenomena saham gorengan mencerminkan tantangan serius literasi keuangan nasional.
Baca Juga: Aksi Jual Asing Tekan Saham Telkom Indonesia Saat MSCI Soroti Transparansi Pasar Modal 2026
Ia menyebut euforia pasar tanpa pemahaman fundamental berisiko menciptakan kerugian massal bagi investor ritel.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas maraknya perbincangan saham berfluktuasi ekstrem di media sosial.
Saham Gorengan Cerminkan Rendahnya Literasi Pasar Modal
Anindya Bakrie menjelaskan saham gorengan umumnya bergerak tanpa dukungan kinerja korporasi yang sehat.
Baca Juga: Saham Alami Penurunan, Valuasinya Tinggi Namun Tanpa Dukungan Kinerja Fundamental Korporasi
Ia menilai pola ini sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk meraih keuntungan jangka pendek.
Investor ritel yang minim literasi menjadi kelompok paling rentan terdampak.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peningkatan transaksi ritel signifikan sejak pandemi, didorong kemudahan aplikasi digital.
Namun, kemudahan akses tidak selalu diiringi pemahaman risiko investasi yang memadai, kondisi ini memperbesar potensi kesalahan keputusan investasi.
Baca Juga: Pengalihan Tambang Martabe ke Perminas Picu Kepastian Hukum dan Iklim Investasi Indonesia
Anindya menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar investor mampu membedakan spekulasi dan investasi.
Artikel Terkait
Red Notice Interpol Jadi Babak Baru Kasus Korupsi Migas Pertamina Kerugian Negara Rp285 Triliun
Danantara Tegaskan Nol Agenda Perombakan Direksi Himbara Meski Isu Politik Menguat Akhir Januari 2026
Ketika Utang Amerika Serikat Membengkak 38 Triliun Dolar AS, Ray Dalio Soroti Ancaman Global
Danantara Mulai Borong Saham BUMN Februari, Ini Kriteria Blue Chip dan Strategi untuk Stabilkan IHSG
Kementerian ESDM Siapkan 313 Wilayah Pertambangan pada 2026 untuk Legalisasi Tambang Rakyat
190 Negara Anggota Interpol, Indonesia Deteksi Muhammad Riza Chalid dan Siapkan Proses Hukum
Rating Indonesia Dipangkas Nomura Setelah Goldman Sachs Dan UBS, IHSG Tertekan Hingga 8 Persen
Saham Alami Penurunan, Valuasinya Tinggi Namun Tanpa Dukungan Kinerja Fundamental Korporasi
Pengalihan Tambang Martabe ke Perminas Picu Kepastian Hukum dan Iklim Investasi Indonesia
Aksi Jual Asing Tekan Saham Telkom Indonesia Saat MSCI Soroti Transparansi Pasar Modal 2026