Pemerintah Pastikan Realisasi Investasi Berdampak Pada Lapangan Kerja Nasional
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pemerintah akan mengawal implementasi investasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Sehingga total keseluruhan mencapai 33,89 miliar Dolar AS atau sekitar Rp575 triliun," ujar Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan realisasi investasi diharapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sejumlah media nasional sebelumnya melaporkan diplomasi ekonomi Indonesia semakin difokuskan pada Asia Timur karena stabilitas investasi dan kekuatan teknologi kawasan tersebut.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan investasi berkualitas sebagai bagian strategi mencapai target pertumbuhan ekonomi di atas lima persen dalam beberapa tahun mendatang.
Kunjungan ini melanjutkan pola diplomasi ekonomi aktif yang sebelumnya juga dilakukan pemerintah dalam berbagai forum internasional untuk memperkuat posisi Indonesia.**
Artikel Terkait
Geopolitik Timur Tengah Memanas, Selat Hormuz Terganggu dan Cadangan BBM Hanya Aman 20 Hari
Analis Kritik Strategi Energi . Saat Krisis Selat Hormuz, Ungkap Risiko Besar Ketergantungan Impor Minyak
Program B50 Mulai Juli 2026, Pemerintah Targetkan Stop Impor Solar dan Hemat Subsidi Energi Nasional
Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Refocusing Anggaran Kementerian untuk Tingkatkan Efektivitas Belanja Negara
Pertamina Pastikan Harga BBM Tetap Stabil April 2026, Ini Daftar Lengkap Harga Terbaru di SPBU Nasional
Subsidi BBM Bengkak, Kajian INDEF Sebut Kendaraan Listrik Bisa Pangkas Beban Energi Hingga 85 Persen
Konflik Timur Tengah Picu Jepang Gunakan Cadangan, Seberapa Efektif Stabilkan Harga Minyak Global
Mengapa Koordinasi OJK dan Kepolisian Jadi Kunci Jaga Perbankan dari Risiko Kejahatan Finansial
Prabowo Terima Anwar Ibrahim, Bahas Stabilitas Kawasan ASEAN Hadapi Geopolitik dan Ketidakpastian Ekonomi
Indonesia Jepang Perkuat Kemitraan Ekonomi Fokus Investasi Energi Terbarukan dan Manufaktur Bernilai Tambah