FINANCE 24JAM - Apakah pasar saham Indonesia masih layak menjadi tujuan investasi global di tengah meningkatnya keraguan lembaga internasional?
Seberapa besar dampak peringatan MSCI terhadap stabilitas IHSG dan kepercayaan investor asing ke depan?
Nomura Pangkas Rekomendasi Indonesia di Tengah Tekanan Global
Lembaga keuangan asal Jepang, Nomura Holdings Inc., memangkas rekomendasi pasar saham Indonesia menjadi netral dari overweight per awal Februari 2026.
Baca Juga: Setelah 10 Tahun, Interpol Lacak Muhammad Riza Chalid di Luar Negeri, Polri Buka Opsi Ekstradisi
Keputusan ini mengikuti langkah Goldman Sachs dan UBS yang lebih dulu menurunkan peringkat investasi Indonesia pada akhir Januari 2026.
Penyesuaian tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor global terhadap risiko struktural dan tata kelola pasar domestik.
Nomura menilai volatilitas pasar Indonesia meningkat signifikan akibat kombinasi sentimen eksternal dan isu domestik.
Baca Juga: ESDM Perluas Tambang Rakyat Legal, 313 Wilayah Pertambangan Rakyat Disiapkan Tahun 2026
Tekanan tersebut diperparah oleh peringatan dari MSCI terkait transparansi struktur kepemilikan dan mekanisme pembentukan harga saham.
Ketidakpastian ini memicu evaluasi ulang terhadap eksposur portofolio investor institusional global.
Dalam laporan resminya, Nomura menyebut pasar Indonesia memasuki fase wait and see hingga terdapat kejelasan kebijakan.
Evaluasi lanjutan MSCI yang dijadwalkan pada Mei 2026 menjadi faktor kunci arah pasar selanjutnya.
Baca Juga: Fokus Hilirisasi dan Energi Terbarukan, Danantara Incar Saham Strategis Nasional Tahun 2026
Investor global dinilai membutuhkan sinyal perbaikan struktural yang konkret sebelum meningkatkan kembali alokasi dana.