• Sabtu, 18 April 2026

Menkeu Pastikan Likuiditas Aman Usai Perpanjangan Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN Hingga September

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Selasa, 24 Februari 2026 | 15:40 WIB
Menkeu Purbaya menyampaikan strategi pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memastikan likuiditas bank BUMN tetap kuat sepanjang tahun 2026.   (Instagram.com @Menkeuri)
Menkeu Purbaya menyampaikan strategi pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memastikan likuiditas bank BUMN tetap kuat sepanjang tahun 2026. (Instagram.com @Menkeuri)

Kebijakan tersebut merupakan kombinasi strategi fiskal pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia yang berjalan simultan.

Sejak September 2025, pemerintah menempatkan dana pada bank BUMN sebagai stimulus ekonomi menjelang akhir tahun.

Baca Juga: Perdebatan Biaya Perbankan Syariah Menguat, Dorong Evaluasi Tanpa Mengorbankan Depositor

Pertumbuhan Uang Primer dan Kredit Menjadi Indikator Efektivitas Program

Data pemerintah menunjukkan pertumbuhan uang primer atau M0 mencapai 11,7 persen pada awal Februari 2026 sebagai sinyal meningkatnya aktivitas ekonomi.

Purbaya menyebut peningkatan M0 membuka ruang pertumbuhan kredit nasional mencapai level double digit.

Pertumbuhan kredit Januari 2026 tercatat sekitar 10 persen dengan tren suku bunga pinjaman menurun menjadi 8,80 persen.

Baca Juga: Gaya Hidup Minimalis Miliarder Dunia Menjadi Inspirasi Finansial Baru Generasi Milenial dan Profesional

“Bank Indonesia berkomitmen menjaga pertumbuhan M0 tetap double digit agar kredit terus berkembang,” kata Purbaya.

Penurunan biaya pinjaman diharapkan membantu pelaku usaha memperluas investasi dan menjaga konsumsi rumah tangga.

Strategi Stimulus Pemerintah Melanjutkan Kebijakan Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Program penempatan dana pemerintah sebelumnya menjadi bagian strategi menjaga stabilitas ekonomi setelah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Perbankan Syariah Dianggap Mahal, Pakar Ungkap Kesalahan Cara Membandingkan Sistem Keuangan

Sejumlah pemberitaan media nasional sebelumnya mencatat kebijakan serupa digunakan untuk menopang kredit saat ekonomi menghadapi tekanan global.

Dana Rp200 triliun tersebut dialokasikan ke BRI Rp55 triliun, BNI Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, dan BSI Rp10 triliun.

Pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh pada September 2026 untuk menentukan kelanjutan kebijakan stimulus likuiditas.

Baca Juga: Kasus Tambang Emas Ilegal Rp25,8 Triliun Diusut Polri, Aliran Dana dan Pemodal Utama Mulai Terkuak

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X