Kebijakan tersebut merupakan kombinasi strategi fiskal pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia yang berjalan simultan.
Sejak September 2025, pemerintah menempatkan dana pada bank BUMN sebagai stimulus ekonomi menjelang akhir tahun.
Baca Juga: Perdebatan Biaya Perbankan Syariah Menguat, Dorong Evaluasi Tanpa Mengorbankan Depositor
Pertumbuhan Uang Primer dan Kredit Menjadi Indikator Efektivitas Program
Data pemerintah menunjukkan pertumbuhan uang primer atau M0 mencapai 11,7 persen pada awal Februari 2026 sebagai sinyal meningkatnya aktivitas ekonomi.
Purbaya menyebut peningkatan M0 membuka ruang pertumbuhan kredit nasional mencapai level double digit.
Pertumbuhan kredit Januari 2026 tercatat sekitar 10 persen dengan tren suku bunga pinjaman menurun menjadi 8,80 persen.
“Bank Indonesia berkomitmen menjaga pertumbuhan M0 tetap double digit agar kredit terus berkembang,” kata Purbaya.
Penurunan biaya pinjaman diharapkan membantu pelaku usaha memperluas investasi dan menjaga konsumsi rumah tangga.
Strategi Stimulus Pemerintah Melanjutkan Kebijakan Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi
Program penempatan dana pemerintah sebelumnya menjadi bagian strategi menjaga stabilitas ekonomi setelah pandemi Covid-19.
Baca Juga: Perbankan Syariah Dianggap Mahal, Pakar Ungkap Kesalahan Cara Membandingkan Sistem Keuangan
Sejumlah pemberitaan media nasional sebelumnya mencatat kebijakan serupa digunakan untuk menopang kredit saat ekonomi menghadapi tekanan global.
Dana Rp200 triliun tersebut dialokasikan ke BRI Rp55 triliun, BNI Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, dan BSI Rp10 triliun.
Pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh pada September 2026 untuk menentukan kelanjutan kebijakan stimulus likuiditas.
Baca Juga: Kasus Tambang Emas Ilegal Rp25,8 Triliun Diusut Polri, Aliran Dana dan Pemodal Utama Mulai Terkuak
Artikel Terkait
Mengapa Uni Emirat Arab Jadi Mitra Strategis Elon Musk dalam Kembangkan Teknologi Masa Depan
Bahlil Ungkap 3 Jalur Investasi Tambang untuk AS, Hilirisasi Mineral Tetap Jadi Syarat Utama Investasi
Di Balik Pembelian 50 Pesawat Boeing, ni Arah Baru Kebijakan Ekonomi Indonesia Bersama AS
Agrinas Pilih Pikap India untuk Logistik Desa, Efisiensi Biaya Atau Tantangan Bagi Produsen Otomotif
Tambang Emas Pani Masuk Fase Produksi Komersial, Momentum Pertumbuhan Korporasi Tambang Modern
BEI Ungkap 8 Korporasi Masuk Pipeline IPO, Mengapa Hingga Februari Belum Ada Pencatatan Saham Baru
PPATK Bongkar Transaksi Mencurigakan, Polri Perluas Penyidikan TPPU Tambang Ilegal Lintas Wilayah
Biaya Perbankan Syariah Jadi Sorotan, Isu Utama Bukan Mahal Tetapi Keadilan Sistem Keuangan
KPK Ingatkan Risiko Tambang Rakyat Saat ANTAM Jadi Pembeli Hasil Tambang, Transparansi Jadi Kunci
Penyelundupan Pasir Timah 18 Kali Terjadi, Bareskrim Gunakan Pasal TPPU untuk Bongkar Aliran Dana