FINANCE 24 JAM - Akankah investasi tambang Amerika Serikat membawa manfaat nyata bagi ekonomi Indonesia dan tenaga kerja lokal?
Seberapa besar peluang hilirisasi mineral menciptakan industri baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi hijau dunia?
Pemerintah Buka Akses Investasi Tambang dengan Dua Skema Kemitraan Resmi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah membuka peluang investasi korporasi Amerika Serikat melalui eksplorasi langsung dan kerja sama usaha patungan.
Baca Juga: UEA Gandeng Elon Musk Bangun Dubai Loop Hingga Pusat AI Global Masa Depan Dunia Digital
Kebijakan ini diumumkan setelah penandatanganan kesepakatan dagang antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump dalam agenda kerja sama ekonomi bilateral terbaru.
Eksplorasi langsung memungkinkan investor mencari cadangan mineral baru, sedangkan skema joint venture mendorong kolaborasi teknologi dengan Badan Usaha Milik Negara Indonesia.
Bahlil menegaskan negara tetap menjadi pengendali utama sumber daya melalui regulasi ketat dan pengawasan pemerintah terhadap seluruh aktivitas pertambangan.
Baca Juga: Saham Gorengan Jadi Sorotan Purbaya Yudhi Sadewa Demi Jaga aga Kepercayaan Investor Gen Z
Langkah tersebut disebut sebagai strategi mempercepat industrialisasi berbasis sumber daya alam bernilai tambah tinggi.
Kebijakan Larangan Ekspor Mineral Mentah Tetap Berlaku Tanpa Kompromi
Pemerintah memastikan investasi asing tidak mengubah kebijakan hilirisasi yang telah menjadi arah pembangunan industri nasional selama beberapa tahun terakhir.
Bahlil menegaskan investor Amerika Serikat wajib membangun smelter sebelum memperoleh izin ekspor hasil tambang.
Baca Juga: Perubahan Tarif AS Picu Diplomasi Ekonomi Indonesia Pertahankan Akses Pasar Ekspor Strategis
Kebijakan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dalam negeri sekaligus menciptakan ekosistem industri pengolahan mineral nasional.
Indonesia sebelumnya berhasil meningkatkan nilai ekspor produk nikel olahan secara signifikan setelah pelarangan ekspor bijih mentah diberlakukan.
Artikel Terkait
Indonesia Buka Ekspor ke Pasar Amerika Serikat dengan Tarif Nol Persen untuk 1.819 Pos Produk
Mendes Yandri Susanto Sebut Kekayaan Korporasi Ritel Terlalu Besar, Perlu Penguatan Ekonomi Kopdes
Korporasi Global Puji Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Indonesia dalam Pertemuan Strategis
Perjanjian Dagang Indonesia - AS Sorot Ketimpangan Akses Pasar dan Tantangan Ketahanan Pangan Nasional
Putusan MA AS Picu Kebijakan Tarif Baru Trump, Bagaimana Strategi Indonesia Jaga Stabilitas Ekspor Nasional
Indonesia Antisipasi Kebijakan Tarif Baru AS Demi Menjaga Daya Saing Ekspor Nasional Ke Pasar Global
Bank Syariah Dinilai Kurang Efisien, OJK Ungkap Penyebab Struktur Biaya Tinggi Keuangan Syariah
Walhi Soroti Risiko Ekologis Jika Kontra Freeport Diperpanjang Hingga Cadangan Mineral Habis Sepenuhnya
Purbaya Desak Bersihkan Saham Gorengan BEI Demi Lindungi Investor Muda dan Stabilitas Pasar Modal
Mengapa Uni Emirat Arab Jadi Mitra Strategis Elon Musk dalam Kembangkan Teknologi Masa Depan