• Sabtu, 18 April 2026

Mengapa Uni Emirat Arab Jadi Mitra Strategis Elon Musk dalam Kembangkan Teknologi Masa Depan

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Senin, 23 Februari 2026 | 10:55 WIB
Elon Musk dan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan membahas masa depan kecerdasan buatan, mobilitas listrik, dan eksplorasi luar angkasa dalam pertemuan strategis Abu Dhabi.  (Instagram.com @elon_ofical)
Elon Musk dan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan membahas masa depan kecerdasan buatan, mobilitas listrik, dan eksplorasi luar angkasa dalam pertemuan strategis Abu Dhabi. (Instagram.com @elon_ofical)

FIANANCE 24 JAM - Apakah masa depan transportasi, kecerdasan buatan, dan eksplorasi luar angkasa sedang diuji coba di Timur Tengah?

Mengapa Uni Emirat Arab menjadi mitra strategis utama Elon Musk ketika banyak negara maju justru masih berhitung risiko teknologi revolusioner?

Kolaborasi Strategis UEA dan Elon Musk Mengubah Lanskap Teknologi Global

Uni Emirat Arab (UEA) mempercepat transformasi ekonomi berbasis teknologi melalui kolaborasi strategis bersama Elon Musk dan sejumlah korporasi inovasi global hingga awal 2026.

Baca Juga: Pemerintah Tekan BEI Bersih dari Saham Gorengan Usai Trading Halt Picu Kekhawatiran Investor Nasional

Kemitraan yang melibatkan SpaceX, Tesla, xAI, dan The Boring Company berkembang dari hubungan bisnis menjadi integrasi teknologi lintas sektor masa depan.

Pemerintah Dubai menempatkan proyek ini sebagai bagian strategi nasional diversifikasi ekonomi pasca-minyak menuju visi pembangunan jangka panjang UAE Centennial 2071.

Menurut Omar Sultan Al Olama, Menteri Negara untuk Kecerdasan Buatan UEA, kerja sama tersebut dirancang mempercepat adopsi teknologi sekaligus menciptakan ekosistem inovasi global berbasis regulasi progresif.

Baca Juga: Kontrak Freeport dalam Diplomasi Ekonomi Global Picu Kekhawatiran Organisasi Lingkungan Hidup

Ia menegaskan dalam World Governments Summit, Selasa (11/02/2025), bahwa Dubai ingin menjadi kota pertama yang mengintegrasikan AI, mobilitas otonom, dan infrastruktur bawah tanah secara simultan.

Dubai Loop Proyek Transportasi Bawah Tanah Mengurangi Kemacetan Kota

Salah satu proyek paling ambisius adalah pembangunan Dubai Loop oleh The Boring Company yang diumumkan pada World Governments Summit 2025.

Sistem ini dirancang berupa jaringan terowongan kendaraan listrik otonom berkecepatan tinggi yang menghubungkan distrik bisnis dan kawasan wisata utama Dubai.

Baca Juga: Perbankan Syariah Disorot Pemerintah Karena Biaya Tinggi, Ini Strategi OJK Perbaiki Daya Saing

Konsep mobilitas menyerupai “wormhole transport” memungkinkan perjalanan antarwilayah berlangsung dalam hitungan menit tanpa hambatan lalu lintas permukaan.

Latar belakang proyek ini berkaitan dengan pertumbuhan populasi Dubai yang meningkat pesat serta kebutuhan transportasi rendah emisi menuju target net-zero emissions 2050.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X