finansial

Ekonomi Indonesia 2026 Antara Optimisme Pemerintah Dan Proyeksi Moderat OECD Ini Data Lengkap Perbandingannya Terbaru

Jumat, 27 Maret 2026 | 21:58 WIB
Clare Lombardelli Chief Economist OECD. OECD menilai pasar saham domestik mencerminkan sentimen investor terhadap proyeksi ekonomi Indonesia berdasarkan laporan lembaga internasional. (Dok. bankofengland.co.uk)

FINANCE 24 JAM - Seberapa kuat daya tahan ekonomi Indonesia menghadapi perlambatan global hingga 2026?

Mampukah strategi hilirisasi dan konsumsi domestik menjaga pertumbuhan tetap kompetitif di tengah tekanan eksternal?

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tetap Tumbuh Stabil di Tengah Tekanan Global

Laporan OECD Economic Outlook menunjukkan Indonesia tetap mencatat pertumbuhan positif sekitar 4,8 persen pada 2026 meskipun ekonomi global diperkirakan melambat.

Baca Juga: Tambahan Likuiditas Pemerintah Dinilai Efektif Tekan Cost Of Fund dan Stabilkan Suku Bunga Kredit Perbankan

Angka tersebut menunjukkan resiliensi ekonomi nasional dibanding banyak negara berkembang lain yang menghadapi tekanan perlambatan perdagangan dan investasi global.

Clare Lombardelli Chief Economist OECD menyebut stabilitas pertumbuhan Indonesia ditopang fundamental domestik yang relatif kuat dibanding beberapa negara regional.

Fundamental Konsumsi Domestik Masih Menjadi Penopang Utama Aktivitas Ekonomi Nasional

Struktur ekonomi Indonesia yang bertumpu pada konsumsi domestik dinilai menjadi bantalan utama dalam menghadapi risiko perlambatan perdagangan global.

Baca Juga: Penyerahan Jabatan Kabais TNI Disebut Sebagai Praktik Baik dalam Budaya Kepemimpinan Institusi Negara

OECD menilai permintaan domestik tetap menjadi kekuatan utama meskipun mengalami moderasi setelah periode lonjakan konsumsi pada masa pemulihan pandemi.

Clare Lombardelli menyatakan kekuatan pasar domestik memberikan ruang stabilitas bagi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Tantangan Eksternal dari Perlambatan Tiongkok Perlu Diantisipasi Sejak Dini

Lembaga internasional juga menyoroti risiko perlambatan ekonomi Tiongkok sebagai mitra dagang utama yang dapat memengaruhi kinerja ekspor Indonesia.

Baca Juga: Dari Makan Bergizi Gratis hingga Motor Listrik, Ini Peta Jalan Transformasi Era Prabowo Lima Tahun

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena permintaan komoditas global sangat berkaitan dengan aktivitas industri dan konstruksi di negara tersebut.

Clare Lombardelli menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada siklus permintaan komoditas global.

Halaman:

Tags

Terkini