FINANCE 24 JAM - Di balik hamparan es abadi Greenland, apakah tersimpan sumber daya yang dapat mengubah keseimbangan ekonomi global?
Ketika dunia berlomba mengamankan mineral strategis, mengapa Greenland menjadi pusat perhatian Amerika Serikat dan kekuatan besar lainnya?
Greenland dan Nilai Ekonomi di Era Transisi Energi
Greenland kembali menjadi sorotan internasional seiring meningkatnya kebutuhan global akan mineral strategis.
Baca Juga: PEPS Soroti Kasus Kerry Adrianto Riza: Tuduhan Klausul Aset Dinilai Tidak Pernah Ada
Wilayah ini menyimpan cadangan tanah jarang, gas alam, dan potensi energi bersih.
Amerika Serikat memandang Greenland sebagai bagian penting rantai pasok mineral global.
Ketergantungan dunia terhadap mineral strategis terus meningkat dalam transisi energi.
Baca Juga: Dokumen Ekspor Bauksit Diamankan, Kejati Kalbar Lanjutkan Penggeledahan KSOP Ketapang
Cadangan Mineral Strategis di Balik Lapisan Es
Menurut data Geological Survey Denmark, Greenland memiliki cadangan tanah jarang signifikan.
Mineral ini krusial bagi industri baterai, kendaraan listrik, dan teknologi pertahanan.
Laporan menyebut Greenland sebagai alternatif pasokan non-Tiongkok, faktor ini menjadi perhatian utama Washington.
Baca Juga: Fakta Kapal Sewa PIS: Dominasi Kapal Tua, Breakdown Panjang, dan Beban Finansial Meningkat
Sikap Greenland Terhadap Investasi Asing
Pemerintah Greenland membuka peluang investasi dengan pendekatan selektif.
Namun, pemerintah menolak keras segala bentuk pengalihan kedaulatan.
Artikel Terkait
Investasi Hilirisasi Rp100 Triliun Jadi Fokus Pertemuan Presiden Prabowo dan Rosan Roeslani
Donald Trump Batalkan Transaksi Chip Rampung 2024, Korporasi Terkait Tiongkok Kena Divestasi
Defisit APBN 2025 Membengkak Rp560,3 Triliun, Penerimaan Pajak Lesu di Tengah Ekonomi
Smelter IMIP Dilirik Industri Roket, Sphere Amankan 10 Persen Saham untuk Bisnis SpaceX Elon Musk
Akuisisi Trimata Coal, Strategi MEJA Masuk Energi Primer Sumatera Selatan di Tengah Dinamika Pasar
Top Winners 2025: Data Forbes Ungkap Lonjakan Fantastis Harta Low Tuck Kwong
Data CBA: 26 Kapal Sewa PIS Gagal Capai Target ELF, Risiko Biaya dan Keselamatan Meningkat
Ekspor Bauksit Disorot, Kejati Kalimantan Barat Lanjutkan Penggeledahan KSOP Ketapang
Dari BBM Oplosan ke Kontrak Sewa: Fakta Baru Dakwaan Kerry Adrianto Riza Diungkap PEPS
70.000 Ton Batu Bara PETI di Kaltim Diamankan, Pemerintah Siapkan Proses Lelang Aset Negara