FINANCE 24 JAM - Bagaimana negara memaknai perayaan budaya sebagai instrumen pemersatu di tengah keberagaman agama dan identitas sosial Indonesia saat ini?
Mengapa Imlek 2026 diposisikan bukan sekadar perayaan etnis, melainkan simbol kebangsaan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika?
Pemerintah Gelar Imlek Festival Nasional Perdana Tahun 2026
Pemerintah akan menggelar Imlek Festival Nasional perdana pada 17 Februari–3 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, sebagai agenda kebangsaan yang inklusif.
Baca Juga: Penghindaran PPN Global: OECD Catat Potensi Pajak Hilang Ratusan Miliar Dolar AS Tiap Tahun
Festival bertema Harmoni Nusantara ini menempatkan Imlek sebagai perayaan lintas identitas, bertepatan dengan bulan suci Ramadan, dalam bingkai kerukunan nasional.
Agenda ini sejalan dengan kebijakan Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memperkuat kohesi sosial masyarakat majemuk.
Imlek Dimaknai Sebagai Ruang Kebangsaan Inklusif Bersama
Ketua Umum Panitia Imlek Nasional, Irene Umar, menyatakan Imlek Festival 2026 dirancang sebagai perayaan kebangsaan yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
Baca Juga: Target Produksi Nikel 2026 Turun Ke 250–260 Juta Ton, Pemerintah Bidik Pemulihan Harga Internasional
“Imlek Festival 2026 menghadirkan Imlek sebagai milik bersama, mencerminkan Indonesia yang rukun, inklusif, dan saling menghormati,” ujar Irene Umar dalam keterangan resmi.
Ia menegaskan momentum Ramadan memperkuat pesan refleksi lintas iman, mempertemukan nilai spiritual, budaya, dan kebangsaan secara harmonis.
Rangkaian Acara Budaya Diperluas ke Berbagai Daerah
Rangkaian kegiatan meliputi Festival Lentera, pasar kuliner, seni kreatif, museum terbuka akulturasi budaya Tionghoa, dan Parade Imlek Nusantara.
Baca Juga: Harga Nikel Naik Ke 18.000 Dolar AS, Dampak Rencana Pemangkasan Produksi Indonesia Mulai Terasa
Puncak Imlek Nasional dikemas sebagai perayaan terbuka, mengedepankan partisipasi publik tanpa sekat etnis, agama, maupun latar belakang sosial.
Aktivasi nasional akan digelar di Singkawang, Palembang, Solo, Semarang, Manado, Makassar, Surabaya, Medan, Bogor, Batam, dan Pontianak.
Artikel Terkait
Stok Aman Dan Harga Stabil Nasional, Pemerintah Klaim Pangan Terkendali Jelang Ramadan
Kemenkeu Tegaskan Hoaks Isu Menkeu Purbaya Ditipu Korporasi Bank Himbara Soal Dana Rp200 T
Gas Karbon Monoksida Renggut 11 Nyawa Gurandil di Pongkor, Gubernur Jabar Tutup Tambang Ilegal
Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan 80 Persen Ekonomi RI Ditentukan Domestik Bukan Faktor Global
Langkah Tegas ESDM Cabut IUP Tambang Dinilai Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola Lingkungan
Kapolri Tegaskan Independensi, Wacana Menteri Kepolisian Dinilai Picu Dualisme Kepemimpinan
Dari 514 Juta Ton Batu Bara Hingga 2,2 Juta Ton Nikel, Peran Strategis Indonesia di Pasar Internasional
Isu Reshuffle Kabinet 2026 Menguat, Istana Tegaskan Evaluasi Kinerja Menteri Masih Berjalan Hingga Januari
Produksi Nikel Dikurangi, Pemerintah Indonesia Jaga Posisi Tawar Indonesia di Pasar Global
CORE: Tanpa Kerja Sama Global, Penghindaran PPN Akan Terus Berulang dan Sulit Dikendalikan