FINANCE 24 JAM - Mengapa Presiden Prabowo Subianto begitu murka melihat praktik pasar modal dan perbankan nasional?
Apakah ketimpangan ekonomi yang melebar menjadi pemicu utama keputusan politik paling tegas awal 2026 ini?
Pertemuan Kertanegara Ungkap Masalah Fundamental Pasar Modal
Pertemuan tertutup Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Januari 2026. menjadi sorotan setelah pernyataan Susno Duadji.
Baca Juga: Eks Bos BUMN Diingatkan Soal Akuntabilitas Hukum Pengelolaan Aset Negara Bernilai Triliunan Dolar AS
Presiden disebut kecewa terhadap kondisi pasar modal yang dinilai tidak mencerminkan tata kelola sehat.
Susno Duadji, mantan Kabareskrim Polri, menegaskan Presiden mencurigai keterlibatan oknum regulator.
Permintaan Mundur Pejabat Dinilai Langkah Politik Strategis
Presiden Prabowo menerima telepon penting di tengah diskusi strategis tersebut.
Baca Juga: Moratorium Tambang Banten Tanpa Batas Waktu, Pemprov Prioritaskan Keselamatan Warga dan Lingkungan
Usai panggilan itu, Presiden menyatakan pejabat terkait kegaduhan pasar diminta mundur secara langsung.
Susno menegaskan keputusan tersebut merupakan perintah Presiden, bukan inisiatif pejabat bersangkutan.
Bonus Direksi BUMN dan Ketimpangan Jadi Sorotan Presiden
Presiden Prabowo mengkritik sistem remunerasi direksi BUMN dan bank Himbara.
Baca Juga: Anindya Bakrie Soroti Risiko Saham Gorengan di Tengah Lonjakan 15 Persen Investor Ritel Indonesia
Menurut Presiden, pengajuan bonus puluhan miliar rupiah tidak sejalan dengan kondisi ekonomi rakyat.
Praktik tersebut dinilai memperkuat ketimpangan dan merusak kepercayaan publik terhadap korporasi negara.
Artikel Terkait
Danantara Mulai Borong Saham BUMN Februari, Ini Kriteria Blue Chip dan Strategi untuk Stabilkan IHSG
Kementerian ESDM Siapkan 313 Wilayah Pertambangan pada 2026 untuk Legalisasi Tambang Rakyat
190 Negara Anggota Interpol, Indonesia Deteksi Muhammad Riza Chalid dan Siapkan Proses Hukum
Rating Indonesia Dipangkas Nomura Setelah Goldman Sachs Dan UBS, IHSG Tertekan Hingga 8 Persen
Saham Alami Penurunan, Valuasinya Tinggi Namun Tanpa Dukungan Kinerja Fundamental Korporasi
Pengalihan Tambang Martabe ke Perminas Picu Kepastian Hukum dan Iklim Investasi Indonesia
Aksi Jual Asing Tekan Saham Telkom Indonesia Saat MSCI Soroti Transparansi Pasar Modal 2026
Moratorium Tambang Banten Tanpa Batas Waktu, Pemprov Prioritaskan Keselamatan Warga dan Lingkungan
Anindya Bakrie Soroti Risiko Saham Gorengan di Tengah Lonjakan 15 Persen Investor Ritel Indonesia
Eks Bos BUMN Diingatkan Soal Akuntabilitas Hukum Pengelolaan Aset Negara Bernilai Triliunan Dolar AS