Upaya tersebut juga diarahkan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan yang cukup dalam berbagai kondisi ekonomi.
Baca Juga: Kebijakan Likuiditas Rp100 Triliun Jadi Strategi Jaga Stabilitas Perbankan dan Pertumbuhan Ekonomi
Potensi Energi Berbasis Komoditas Domestik Jadi Strategi Kemandirian Nasional
Presiden juga menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak dalam jangka panjang.
Ia menilai berbagai komoditas seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai energi alternatif nasional.
Pengembangan energi domestik tersebut dinilai dapat memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor pertanian.
Baca Juga: Peningkatan Logam Perak Sedimen Laut China Selatan Jadi Indikator Baru Dampak dari Pemanasan Global
Optimisme Pemerintah Menghadapi Krisis Berdasarkan Analisis Data Nasional
Presiden menyampaikan pemerintah terus memantau dan menganalisis berbagai indikator ekonomi nasional secara rutin.
Hasil analisis tersebut menunjukkan Indonesia memiliki potensi sumber daya yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan global yang berkembang.
“Saya mempelajari angka-angka setiap hari dan menemukan kekayaan baru yang memberi optimisme,” ujar Prabowo Subianto.
Baca Juga: KPK Telusuri Manipulasi Pajak dan Impor, Mengapa Kasus Korupsi Penerimaan Negara Sulit Terdeteksi
Presiden juga berharap Indonesia dapat segera mencapai kemandirian protein nasional setelah upaya swasembada beras terus diperkuat dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan berbagai potensi sumber daya domestik, pemerintah optimistis Indonesia mampu menghadapi dinamika global dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.****
Artikel Terkait
IMF Nilai Ketegangan Timur Tengah Bisa Ganggu Stabilitas Ekonomi Global dan Keamanan Energi Asia
Investigasi Korupsi Pajak dan Bea Cukai Menguat, KPK Soroti Potensi Kebocoran Penerimaan Negara Besar
Ilmuwan Temukan Sinyal Bahaya Lingkungan Dari Lonjakan Perak di Kawasan Laut China Selatan
Analisis Kebijakan Fiskal: Penerimaan Negara Melemah, Beban Bunga Utang APBN Semakin Membesar
Penahanan Richard Lee Jadi Sorotan Publik, Kasus Skincare, Bermula dari Laporan Dokter Detektif
Likuiditas Perbankan Ditambah Rp100 Triliun, Ini Dampaknya Bagi Kredit Usaha, KPR, dan Stabilitas Ekonomi
IHSG Masuki Fase Krusial Awal Maret 2026, Risiko Global dan Sentimen Domestik Uji Ketahanan Pasar
Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Program MBG Bisa Disesuaikan Jika Penerimaan Negara Tidak Mencapai Target
Ketidakseimbangan Fiskal Jadi Sorotan Jusuf Kalla, Pemerintah Perlu Fokus Pada Program Prioritas Ekonomi
Pemerintah Antisipasi Kekeringan Dengan Pompanisasi Lahan Demi Menjaga Produksi Beras Nasional