nasional

Prabowo Soroti Pasar Modal, Kredit Rp5.000 Triliun Bank Himbara dan Bonus Direksi BUMN Jadi Perhatian

Rabu, 4 Februari 2026 | 06:28 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sikap tegas menjaga stabilitas pasar modal nasional dalam pertemuan tertutup di Kertanegara. (Facebook.com @Prabowo Subianto)

FINANCE 24 JAM - Mengapa Presiden Prabowo Subianto begitu murka melihat praktik pasar modal dan perbankan nasional?

Apakah ketimpangan ekonomi yang melebar menjadi pemicu utama keputusan politik paling tegas awal 2026 ini?

Pertemuan Kertanegara Ungkap Masalah Fundamental Pasar Modal

Pertemuan tertutup Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Januari 2026. menjadi sorotan setelah pernyataan Susno Duadji.

Baca Juga: Eks Bos BUMN Diingatkan Soal Akuntabilitas Hukum Pengelolaan Aset Negara Bernilai Triliunan Dolar AS

Presiden disebut kecewa terhadap kondisi pasar modal yang dinilai tidak mencerminkan tata kelola sehat.

Susno Duadji, mantan Kabareskrim Polri, menegaskan Presiden mencurigai keterlibatan oknum regulator.

Permintaan Mundur Pejabat Dinilai Langkah Politik Strategis

Presiden Prabowo menerima telepon penting di tengah diskusi strategis tersebut.

Baca Juga: Moratorium Tambang Banten Tanpa Batas Waktu, Pemprov Prioritaskan Keselamatan Warga dan Lingkungan

Usai panggilan itu, Presiden menyatakan pejabat terkait kegaduhan pasar diminta mundur secara langsung.

Susno menegaskan keputusan tersebut merupakan perintah Presiden, bukan inisiatif pejabat bersangkutan.

Bonus Direksi BUMN dan Ketimpangan Jadi Sorotan Presiden

Presiden Prabowo mengkritik sistem remunerasi direksi BUMN dan bank Himbara.

Baca Juga: Anindya Bakrie Soroti Risiko Saham Gorengan di Tengah Lonjakan 15 Persen Investor Ritel Indonesia

Menurut Presiden, pengajuan bonus puluhan miliar rupiah tidak sejalan dengan kondisi ekonomi rakyat.

Praktik tersebut dinilai memperkuat ketimpangan dan merusak kepercayaan publik terhadap korporasi negara.

Halaman:

Tags

Terkini