FINANCE 24 JAM - Apakah dana besar investor global benar-benar betul memborong saham Grup Barito?
Apa arti masuknya BlackRock, JPMorgan, dan Dimensional bagi arah IHSG dan investasi asing di Indonesia?
Investor Institusi Global Borong Saham Barito di Tengah Reli IHSG
Investor institusi terbesar dunia seperti BlackRock Inc., JPMorgan Chase & Co., dan Dimensional Fund Advisors LP secara signifikan menambah kepemilikan saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu pada Januari 2026.
Baca Juga: IATA Catat Produksi Batu Bara 3,56 Juta MT di 2025, Target 2026 Melonjak ke 7,85 Juta MT
BlackRock tercatat membeli 1.076.643 saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sehingga total kepemilikan menjadi 243,86 juta saham atau 0,28% dari total beredar.
Serta 656.453 saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan total kepemilikan 275,96 juta saham (0,21%).
Data dari Bloomberg menunjukkan JPMorgan menambah kepemilikan TPIA sebanyak 419.200 saham (total 807.000 lembar) dan membeli 1.347.900 saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi 2,4 juta lembar.
Baca Juga: Hilirisasi Bauksit dan Proyek SGAR Didorong Tekan Impor Aluminium yang Masih Mencapai 54 Persen
Serta 1.763.900 saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sehingga total kepemilikannya mencapai 1,78 juta saham.
Dimensional Fund Advisors juga menambah 4.734.308 saham BREN, total kini 27,92 juta saham (0,02%), dan membeli 1.269.439 saham CUAN dengan total lebih dari 124,26 juta saham.
Aksi borong institusi global ini terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menembus level psikologis 9.000 poin.
Baca Juga: Kasus Kripto Timothy Ronald: Janji Imbal Hasil Ratusan Persen Berujung Kerugian Miliaran Rupiah
Salah satunya didorong oleh penguatan saham BREN dan emiten Grup Barito lainnya.
Sentimen Positif dan Regulasi Pasar Modal Menjadi Katalis
Pasar modal menilai akumulasi saham korporasi Barito oleh investor global mencerminkan kepercayaan investor asing.
Artikel Terkait
Dari Balikpapan, Presiden Prabowo Tekankan Reformasi BUMN demi Kelola Kekayaan Negara
Forbes Awal 2026 Ungkap Pergeseran Kekayaan, Rp 148 Triliun Antar Pengusaha Jember Naik Peringkat
Angka Pajak Disulap: KPK Ungkap Selisih PBB hingga Sebesar Rp59,3 Miliar di KPP Madya Jakarta Utara
Fitch Tetapkan Peringkat BBB Obligasi Indonesia Berdenominasi Dolar AS, Stabil di Tengah Risiko Global
Di Tengah Rugi 20 JutabDolar AS, Tantiem Direksi Pelita Air Service Menuai Kritik
Banjir Dua Pekan Lumpuhkan Ekonomi Kalsel, Aspirasi Mahasiswa Menggema di Hadapan Wapres
PHK Citigroup Jadi Tahap Awal Target 20.000 Posisi Hingga 2026, Restrukturisasi Berlanjut
Tekanan Ekonomi Belum Pulih, Target Pajak 2026 Sebesar Rp 2.357,7 Triliun Dinilai Berisiko
Profil Timothy Ronald dan Dugaan Penipuan Kripto yang Merugikan Korban Hingga Miliaran Rupiah
Pemerintah Genjot Hilirisasi Bauksit untuk Industri Aluminium dan Tekan Defisit Neraca Pembayaran