FINANCE 24 JAM - Apakah perpanjangan tambang Freeport benar-benar menjamin kesejahteraan Papua dalam jangka panjang?
Ataukah keputusan ekonomi strategis justru memperpanjang konflik lingkungan dan sosial yang belum sepenuhnya terselesaikan hingga hari ini?
Walhi Soroti Dampak Sosial Tambang Freeport Terhadap Kehidupan Papua
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai agenda perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia membawa konsekuensi besar bagi masa depan sosial dan lingkungan Papua.
Baca Juga: Peluang Investasi di Indonesia Meningkat Usai Presiden Prabowo Bertemu 12 Investor Terbesar
Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Boy Jerry Even Sembiring, menyebut konsep kontrak hingga cadangan habis berpotensi menciptakan eksploitasi jangka panjang tanpa batas waktu.
Menurutnya, pendekatan tersebut mengabaikan proses pemulihan ekologis wilayah terdampak yang telah berlangsung sejak awal operasi tambang puluhan tahun lalu.
Walhi menilai keputusan strategis harus mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat lokal, bukan hanya indikator pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Nasib Saham Korporasi Ritel Modern Usai Wacana Batasi Ekspansi Demi Keberlangsungan Kopdes
Kritik tersebut muncul setelah isu Freeport masuk pembahasan negosiasi ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat pada awal 2026.
Transparansi Negosiasi Tambang Jadi Sorotan Organisasi Lingkungan Nasional
Walhi mempertanyakan transparansi proses penyusunan Nota Kesepahaman yang dinilai tidak melibatkan masyarakat adat secara langsung.
Boy Jerry Even Sembiring menegaskan partisipasi Orang Asli Papua merupakan prinsip penting dalam kebijakan pembangunan berkeadilan.
Baca Juga: Akses Pasar AS Terbuka Lebar Bagi Komoditas Unggulan Indonesia, Termasuk Tekstil dan Apparel
Organisasi tersebut menilai pendekatan tertutup berpotensi memperlemah kepercayaan publik terhadap kebijakan pengelolaan sumber daya alam strategis.
Sejumlah organisasi masyarakat sipil sebelumnya juga menyoroti minimnya komunikasi publik dalam kebijakan pertambangan berskala besar.
Artikel Terkait
Investasi 20 Miliar Dolar AS Freeport, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi dan Hilirisasi Indonesia
Dana Pihak Ketiga Naik 15,66 Persen, Bank Syariah Indonesia Incar Pasar Global, Perlu Hati-Hati
Polemik IPPKH Tambang Emas Gunung Tumpang Pitu, Revisi Keputusan Bupati Banyuwangi Jadi Sorotan
Prabowo Subianto Waspadai Penghambat Perdamaian, Tegaskan Dukungan untuk Kemerdekaan Palestina
Indonesia Buka Ekspor ke Pasar Amerika Serikat dengan Tarif Nol Persen untuk 1.819 Pos Produk
Pemerintah Perkuat Posisi Freeport Indonesia dan Proyeksikan Produksi Tembaga Maksimal Tahun 2035
Mendes Yandri Susanto Sebut Kekayaan Korporasi Ritel Terlalu Besar, Perlu Penguatan Ekonomi Kopdes
Korporasi Global Puji Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Indonesia dalam Pertemuan Strategis
Stabilitas Pasar Modal Diperkuat, Reformasi Hukum, dan Transparansi Demi Aliran Modal Global
Bank Syariah Dinilai Kurang Efisien, OJK Ungkap Penyebab Struktur Biaya Tinggi Keuangan Syariah