• Sabtu, 18 April 2026

Risiko Turun Kelas Emerging Market Bayangi Indonesia Usai MSCI Soroti Transparansi Free Float Saham

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Jumat, 6 Februari 2026 | 10:46 WIB
Logo Morgsn Stanley Capital Internasional (MSCI). Pelaku pasar mencermati pergerakan saham unggulan setelah MSCI mengumumkan evaluasi status Indonesia. (Dok. Dola AI)
Logo Morgsn Stanley Capital Internasional (MSCI). Pelaku pasar mencermati pergerakan saham unggulan setelah MSCI mengumumkan evaluasi status Indonesia. (Dok. Dola AI)

FINANCE 24JAM - Apakah penurunan rating Goldman Sachs dan UBS hanya reaksi pasar sementara?

Sejauh mana kekhawatiran downgrade MSCI mempengaruhi stabilitas pasar saham Indonesia?

Titik Awal Kekhawatiran Investor

Isu bermula ketika MSCI (Morgan Stanley Capital Internasional) mengidentifikasi risiko investabilitas pasar saham Indonesia.

Baca Juga: Harga Ekspor CPO Dipangkas 50 Persen Pemerintah Kejar Transfer Pricing Korporasi Besar Nasional

Khususnya terkait kurangnya keterbukaan informasi struktur kepemilikan dan data free float, serta potensi perilaku perdagangan yang mengganggu pembentukan harga pasar.

MSCI kemudian menghentikan sementara penyesuaian indeks dan memberi tenggat hingga Mei 2026 untuk perbaikan.

Bank Investasi Pangkas Rating

Setelah peringatan MSCI, Goldman Sachs menurunkan rating pasar saham Indonesia menjadi Underweight.

Baca Juga: Sektor Manufaktur Tumbuh 5,4 Persen Sepanjang 2025 Jadi Motor Utama Perekonomian Nasional Menurut Data Resmi BPS

Dengan riset yang memperingatkan kelanjutan aksi jual pasif oleh dana indeks serta hambatan kinerja pasar dalam jangka pendek.

Sementara itu, UBS menurunkan pandangan menjadi Neutral, mencatat bahwa ketidakpastian regulasi dan pencabutan izin usaha oleh pemerintah berdampak negatif pada sentimen investor.

Skenario Dana Asing Keluar

Dalam skenario ekstrem — yakni downgrade ke Frontier Market — para analis menyebut potensi capital outflows bisa mencapai hingga Dolar AS 7,8 miliar dari dana pasif saja.

Baca Juga: Fakta.Tambang Emas Tumpang Pitu Terungkap, Dari 2012 Hingga Perubahan Saham Korporasi Tambang

Jika indeks lain seperti FTSE Russell menyesuaikan kriterianya, total potensi arus keluar bisa lebih besar lagi.

Tekanan Pasar dan IHSG

Desakan jual besar-besaran oleh investor global menyebabkan IHSG anjlok tajam dan memaksa beberapa sesi perdagangan mengalami trading halt.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X