Rencana Besar Penambahan Personel Polisi Hutan Nasional
Presiden Prabowo Subianto menargetkan peningkatan jumlah Polisi Hutan menjadi sekitar 70.000 personel dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga: MSCI Warning Buka Risiko Capital Outflow 13 Miliar Dolar AS Jika Status Pasar Indonesia Turun
Saat ini jumlah Polisi Hutan sekitar 5.000 personel untuk mengawasi kawasan hutan yang sangat luas.
Pemerintah menilai jumlah tersebut belum memadai untuk mencegah perambahan dan pelanggaran kehutanan.
Penambahan personel diharapkan meningkatkan patroli, pengawasan, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran kawasan konservasi.
Baca Juga: AI Kemenkeu Bongkar Manipulasi Ekspor CPO 50 Persen Harga Hilang Lewat Negara Transit Pajak Rendah
Hashim Djojohadikusumo menyatakan penguatan pengawasan lapangan menjadi kunci keberhasilan penertiban sawit ilegal.
Kebijakan ini juga diarahkan untuk mendukung komitmen Indonesia terhadap perlindungan lingkungan.
Pemerintah menyiapkan pelatihan dan distribusi personel secara bertahap sesuai kebutuhan wilayah prioritas.
Baca Juga: Utang Amerika Serikat Rekor 38 Triliun Dolar AS, Ray Dalio Ingatkan Dampaknya ke Indonesia
Koordinasi dilakukan antara kementerian terkait, aparat keamanan, dan pemerintah daerah untuk efektivitas pengawasan.
Langkah tersebut diharapkan mencegah pelanggaran baru di kawasan hutan negara.
Satgas PKH Klaim Pengambilalihan Jutaan Hektare Sawit Ilegal
Satgas Penertiban Kawasan Hutan melaporkan pengambilalihan kembali sekitar 4,09 juta hektare lahan sawit ilegal hingga Januari 2026.
Sekitar 900 hektare mulai dipulihkan menjadi hutan konservasi melalui program rehabilitasi bertahap.
Artikel Terkait
Data BPS Ungkap Inflasi Pangan Turun Tajam Dari 6,21 Persen Akhir 2025 ke 1,14 Persen Januari 2026
Restrukturisasi Washington Post Pangkas Karyawan dan Tutup Desk Utama Demi Efisiensi Operasional
Target Lifting Migas 2026 Dipercepat Melalui CEO Forum SKK Migas Bersama Korporasi Global
Fakta.Tambang Emas Tumpang Pitu Terungkap, Dari 2012 Hingga Perubahan Saham Korporasi Tambang
Harga Ekspor CPO Dipangkas 50 Persen Pemerintah Kejar Transfer Pricing Korporasi Besar Nasional
Ketahanan Energi Jadi Prioritas, Prabowo Tingkatkan Cadangan BBM Nasional Menjadi Tiga Bulan
Sektor Manufaktur Tumbuh 5,4 Persen Sepanjang 2025 Jadi Motor Utama Perekonomian Nasional Menurut Data Resmi BPS
RKAB 2026 Batasi Produksi Batubara, Stabilitas Harga Berhadapan dengan Ancaman PHK Massal
Risiko Turun Kelas Emerging Market Bayangi Indonesia Usai MSCI Soroti Transparansi Free Float Saham
OJK Serahkan Dua Pengurus Investree ke Kejaksaan, Kasus Dana Ilegal 2017–2023 Tahap Penuntutan