• Sabtu, 18 April 2026

Prabowo Jelaskan Efek Ekonomi MBG dan Peran Danantara dalam Hilirisasi Industri Nasional Indonesia

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Kamis, 19 Februari 2026 | 18:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto berbicara di forum bisnis Washington mempromosikan program MBG dan Danantara untuk menarik investasi global ke Indonesia. (Dok. Tim Media Presiden)
Presiden Prabowo Subianto berbicara di forum bisnis Washington mempromosikan program MBG dan Danantara untuk menarik investasi global ke Indonesia. (Dok. Tim Media Presiden)

FINANCE 24 JAM - Apakah program makan gratis dan dana investasi negara bisa mengubah peta ekonomi Indonesia di mata investor global?

Mampukah komitmen pemberantasan korupsi dan reformasi tata kelola benar-benar meyakinkan pelaku usaha internasional untuk masuk ke Indonesia?

Strategi Ekonomi dan Sosial Prabowo di Hadapan Investor Global

Presiden Prabowo Subianto memaparkan program prioritas pemerintah di forum bisnis US Chamber of Commerce, Washington, Rabu (18/2/2026), untuk menarik kepercayaan investor internasional.

Baca Juga: Data Lengkap Denda Tambang Nikel Ilegal Maluku Utara dan Daftar Korporasi yang Disanksi Pemerintah

Ia menekankan stabilitas kebijakan, program sosial, dan perbaikan tata kelola sebagai fondasi ekonomi, di hadapan pengusaha yang tergabung dalam komunitas bisnis Amerika Serikat.

Forum tersebut juga menjadi bagian agenda kunjungan kerja resmi Prabowo ke Amerika Serikat untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi bilateral.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintahannya fokus menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat sekaligus menciptakan iklim investasi stabil dan terpercaya.

Baca Juga: Fakta Struktur Saham Korporasi Panas Bumi Asing di Maluku dan Sulut Jadi Perbincangan Publik

Ia menyatakan demokrasi harus terasa melalui layanan pendidikan dan kesehatan, termasuk melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan anak-anak Indonesia.

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Ekonomi Desa Indonesia

Program MBG disebut menjadi intervensi sosial sekaligus stimulus ekonomi desa melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan permintaan pangan lokal.

Prabowo Subianto menyatakan program tersebut dipelajari dari pengalaman Amerika dan Eropa dalam membangun demokrasi berbasis kesejahteraan.

Baca Juga: Penindakan Tambang Nikel Maluku Utara Picu Kritik Publik, Sanksi Denda Belum Diikuti Proses Pidana

Ia menyebut Indonesia telah memiliki 23.000 dapur MBG yang masing-masing mempekerjakan sekitar 50 tenaga kerja di desa.

Program itu meningkatkan permintaan telur, ayam, sayuran, dan tomat sehingga memberi jaminan pasar bagi petani serta menciptakan efek pengganda ekonomi desa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X