FINANCE 24 JAM - Apakah program makan gratis dan dana investasi negara bisa mengubah peta ekonomi Indonesia di mata investor global?
Mampukah komitmen pemberantasan korupsi dan reformasi tata kelola benar-benar meyakinkan pelaku usaha internasional untuk masuk ke Indonesia?
Strategi Ekonomi dan Sosial Prabowo di Hadapan Investor Global
Presiden Prabowo Subianto memaparkan program prioritas pemerintah di forum bisnis US Chamber of Commerce, Washington, Rabu (18/2/2026), untuk menarik kepercayaan investor internasional.
Baca Juga: Data Lengkap Denda Tambang Nikel Ilegal Maluku Utara dan Daftar Korporasi yang Disanksi Pemerintah
Ia menekankan stabilitas kebijakan, program sosial, dan perbaikan tata kelola sebagai fondasi ekonomi, di hadapan pengusaha yang tergabung dalam komunitas bisnis Amerika Serikat.
Forum tersebut juga menjadi bagian agenda kunjungan kerja resmi Prabowo ke Amerika Serikat untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi bilateral.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintahannya fokus menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat sekaligus menciptakan iklim investasi stabil dan terpercaya.
Baca Juga: Fakta Struktur Saham Korporasi Panas Bumi Asing di Maluku dan Sulut Jadi Perbincangan Publik
Ia menyatakan demokrasi harus terasa melalui layanan pendidikan dan kesehatan, termasuk melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan anak-anak Indonesia.
Program Makan Bergizi Gratis Dorong Ekonomi Desa Indonesia
Program MBG disebut menjadi intervensi sosial sekaligus stimulus ekonomi desa melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan permintaan pangan lokal.
Prabowo Subianto menyatakan program tersebut dipelajari dari pengalaman Amerika dan Eropa dalam membangun demokrasi berbasis kesejahteraan.
Baca Juga: Penindakan Tambang Nikel Maluku Utara Picu Kritik Publik, Sanksi Denda Belum Diikuti Proses Pidana
Ia menyebut Indonesia telah memiliki 23.000 dapur MBG yang masing-masing mempekerjakan sekitar 50 tenaga kerja di desa.
Program itu meningkatkan permintaan telur, ayam, sayuran, dan tomat sehingga memberi jaminan pasar bagi petani serta menciptakan efek pengganda ekonomi desa.
Artikel Terkait
8.000 Pasukan Indonesia ke Gaza, Apa Dampak Board of Peace bagi APBN dan Diplomasi Palestina Global
Pernyataan Penting Nia Ramadhani dan Manajer Terkait dengan Rumors Perceraian yang Viral di Internet
Mayoritas 285 Ribu Saham Dikuasai Entitas Global Proyek Panas Bumi Indonesia Timur Disorot Publik
Kontroversi Penertiban 7 Korporasi Tambang Maluku Utara Picu Sorotan Transparansi Penegakan Hukum
Satgas PKH Segel Lokasi Tambang Ilegal dan Denda Korporasi Nikel Hingga Rp4,32 Triliun di Malut
Trump Versus Xi Jinping Bagaimana Diplomasi Dan Tarif Mengubah Arah Ekonomi Global Tahun 2026
Kolaborasi 2 Pusat Keuangan Dorong Penguatan Tata Kelola Investasi Asuransi Indonesia Modern
Konsolidasi 15 Asuransi Pelat Merah Jadi 3 Entitas, Perkuat Underwriting dan Manajemen Risiko
Dedolarisasi Global Menguat 2026, BRICS Uji Infrastruktur Keuangan Alternatif untuk Perdagangan Antarnegara
Ancaman Kapal Induk dan 47 Tahun Konflik Iran Amerika Kembali Memicu Ketegangan Politik Global