• Sabtu, 18 April 2026

Prabowo Jelaskan Efek Ekonomi MBG dan Peran Danantara dalam Hilirisasi Industri Nasional Indonesia

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Kamis, 19 Februari 2026 | 18:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto berbicara di forum bisnis Washington mempromosikan program MBG dan Danantara untuk menarik investasi global ke Indonesia. (Dok. Tim Media Presiden)
Presiden Prabowo Subianto berbicara di forum bisnis Washington mempromosikan program MBG dan Danantara untuk menarik investasi global ke Indonesia. (Dok. Tim Media Presiden)

Pemerintah juga menilai program MBG dapat menekan angka malnutrisi dan stunting yang sebelumnya mencapai sekitar 25 persen pada anak Indonesia.

Baca Juga: Penindakan Tambang Nikel Maluku Utara Picu Kritik Publik, Sanksi Denda Belum Diikuti Proses Pidana

Danantara dan Hilirisasi Jadi Magnet Investasi Baru Indonesia

Prabowo memperkenalkan sovereign wealth fund Danantara sebagai kendaraan konsolidasi aset negara untuk mendorong hilirisasi industri nasional.

Prabowo menyatakan seluruh aset negara dikonsolidasikan dalam badan pengelola investasi tersebut untuk mempercepat industrialisasi.

Langkah itu sejalan dengan pengenalan 18 proyek hilirisasi strategis yang dipromosikan kepada investor Amerika Serikat dalam forum bisnis tersebut.

Baca Juga: Pernyataan Ayatollah Ali Khamenei Soal Militer AS Picu Ketegangan Baru Timur Tengah dan Pasar Energi Global

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di atas lima persen dengan mendorong investasi dan transformasi industri.

Dalam konteks lebih luas, sejumlah kesepakatan investasi Indonesia-Amerika Serikat bernilai miliaran Dolar AS turut diumumkan dalam rangkaian pertemuan bisnis bilateral.

Komitmen Reformasi Tata Kelola Dan Pemberantasan Korupsi Nasional

Prabowo mengakui adanya persoalan tata kelola, korupsi, dan ekonomi ilegal yang menjadi tantangan lama bagi Indonesia.

Baca Juga: Data IMF 2025 Tunjukkan Diversifikasi Mata Uang, BRICS Dorong Sistem Pembayaran Baru Tanpa Dolar AS

Prabowo menegaskan pemerintah memilih menghadapi langsung praktik ilegal seperti pertambangan, perikanan, dan perkebunan ilegal.

Ia juga mengklaim penghematan anggaran negara sekitar 18 miliar Dolar AS melalui pemangkasan belanja tidak produktif dan perjalanan dinas.

Efisiensi anggaran tersebut dialihkan untuk program prioritas seperti pengentasan kemiskinan, stunting, dan peningkatan layanan publik.

Baca Juga: Persaingan Teknologi dan Diplomasi Global Mengapa Trump dan Tiongkok Masih Saling Membutuhkan

Pemerintah berharap kombinasi reformasi tata kelola, program sosial, dan investasi mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X