Ia menilai keberhasilan manfaat ekspor sangat bergantung pada kemampuan Indonesia meningkatkan nilai tambah, bukan hanya ekspor komoditas mentah.
Baca Juga: Mendes Batasi Ekspansi Korporasi Ritel Modern Demi Perkuat Peran Strategis Koperasi Desa Merah Putih
Komitmen investasi sebesar 38,4 miliar Dolar AS dalam perjanjian tersebut juga dinilai dapat menjadi katalis penguatan industri apabila diarahkan pada pembangunan teknologi domestik.
Tantangan Ketahanan Pangan Dan Persaingan Produk Impor Amerika Serikat
Pembukaan pasar impor bagi produk pertanian Amerika Serikat diperkirakan meningkatkan pasokan gandum, kedelai, dan daging sapi di Indonesia.
Eisha mengingatkan bahwa lonjakan impor berpotensi menekan harga produk lokal serta berdampak pada kesejahteraan petani dan peternak nasional.
Baca Juga: Prabowo Subianto Optimistis Bantuan Kemanusiaan Gaza Mengalir, Perdamaian Palestina Jadi Prioritas
Ia menilai kebijakan perdagangan harus selaras dengan target ketahanan pangan nasional agar liberalisasi pasar tidak merugikan produksi domestik.
Menurutnya, strategi perdagangan seharusnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen, stabilitas harga, dan keberlanjutan produksi pangan nasional.
Isu perlindungan petani menjadi perhatian pemerintah dalam berbagai kebijakan pangan nasional yang sebelumnya banyak diberitakan media arus utama.
Baca Juga: Dampak Positif Kesepakatan ART Terhadap Industri Tekstil dan Pekerja Produktif di Tengah Persaingan
Isu Halal Dan Perlindungan Data Digital Jadi Agenda Strategis Nasional
Pengecualian sertifikasi halal bagi produk impor tertentu menjadi perhatian karena berpotensi melemahkan pengembangan industri halal nasional.
Eisha menilai standar halal bukan hanya aspek religius, melainkan instrumen ekonomi strategis yang dapat memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Dalam sektor digital, ia menyoroti kebijakan transfer data lintas negara yang dinilai berpotensi bertentangan dengan prinsip perlindungan data pribadi Indonesia.
Baca Juga: Dampak Positif Kesepakatan ART Terhadap Industri Tekstil dan Pekerja Produktif di Tengah Persaingan
Menurutnya, tanpa kewajiban transfer teknologi dari korporasi digital Amerika Serikat, Indonesia hanya berperan sebagai pasar konsumsi teknologi global.
Artikel Terkait
Investasi 20 Miliar Dolar AS Freeport, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi dan Hilirisasi Indonesia
IHSG Berpeluang Bangkit, Proyeksi Inflow 70 Miliar Dolar AS Uji Kepercayaan Pasar Modal Indonesia
Dana Pihak Ketiga Naik 15,66 Persen, Bank Syariah Indonesia Incar Pasar Global, Perlu Hati-Hati
Polemik IPPKH Tambang Emas Gunung Tumpang Pitu, Revisi Keputusan Bupati Banyuwangi Jadi Sorotan
Prabowo Subianto Waspadai Penghambat Perdamaian, Tegaskan Dukungan untuk Kemerdekaan Palestina
Indonesia Buka Ekspor ke Pasar Amerika Serikat dengan Tarif Nol Persen untuk 1.819 Pos Produk
Pemerintah Perkuat Posisi Freeport Indonesia dan Proyeksikan Produksi Tembaga Maksimal Tahun 2035
Mendes Yandri Susanto Sebut Kekayaan Korporasi Ritel Terlalu Besar, Perlu Penguatan Ekonomi Kopdes
Korporasi Global Puji Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Indonesia dalam Pertemuan Strategis
Stabilitas Pasar Modal Diperkuat, Reformasi Hukum, dan Transparansi Demi Aliran Modal Global