“Indonesia meminta agar tarif 0 persen yang sudah diberikan tetap berlaku meskipun negara lain dikenakan tarif 10 persen,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
Baca Juga: Divestasi Freeport Tingkatkan Kepemilikan Negara, Papua Mendapat Bagian Saham Dukung Ekonomi Lokal
Komoditas kopi dan kakao menjadi fokus utama karena memiliki kontribusi ekspor besar sekaligus melibatkan jutaan petani dalam rantai ekonomi nasional.
Selain sektor agrikultur, fasilitas tarif nol persen juga mencakup CPO, elektronik, tekstil, serta berbagai produk turunan yang menopang ekspor manufaktur Indonesia.
Optimisme Stabilitas Ekonomi Nasional di Tengah Perubahan Perdagangan Global
Kebijakan perdagangan Amerika Serikat sering menjadi indikator arah ekonomi global karena negara tersebut merupakan salah satu pasar impor terbesar dunia.
Baca Juga: Mendes Batasi Ekspansi Korporasi Ritel Modern Demi Perkuat Peran Strategis Koperasi Desa Merah Putih
Pengalaman perang dagang sebelumnya menunjukkan perubahan tarif mampu memengaruhi harga komoditas, investasi industri, dan stabilitas rantai pasok internasional.
Pemerintah Indonesia optimistis stabilitas perdagangan tetap terjaga melalui diplomasi ekonomi aktif, peningkatan nilai tambah industri, serta penguatan daya saing ekspor nasional.
Langkah tersebut menjadi bagian strategi jangka panjang untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan dunia.****
Artikel Terkait
Investasi 20 Miliar Dolar AS Freeport, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi dan Hilirisasi Indonesia
IHSG Berpeluang Bangkit, Proyeksi Inflow 70 Miliar Dolar AS Uji Kepercayaan Pasar Modal Indonesia
Dana Pihak Ketiga Naik 15,66 Persen, Bank Syariah Indonesia Incar Pasar Global, Perlu Hati-Hati
Polemik IPPKH Tambang Emas Gunung Tumpang Pitu, Revisi Keputusan Bupati Banyuwangi Jadi Sorotan
Prabowo Subianto Waspadai Penghambat Perdamaian, Tegaskan Dukungan untuk Kemerdekaan Palestina
Indonesia Buka Ekspor ke Pasar Amerika Serikat dengan Tarif Nol Persen untuk 1.819 Pos Produk
Pemerintah Perkuat Posisi Freeport Indonesia dan Proyeksikan Produksi Tembaga Maksimal Tahun 2035
Mendes Yandri Susanto Sebut Kekayaan Korporasi Ritel Terlalu Besar, Perlu Penguatan Ekonomi Kopdes
Korporasi Global Puji Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Indonesia dalam Pertemuan Strategis
Stabilitas Pasar Modal Diperkuat, Reformasi Hukum, dan Transparansi Demi Aliran Modal Global