FINANCE 24JAM - Apakah penurunan rating Goldman Sachs dan UBS hanya reaksi pasar sementara?
Sejauh mana kekhawatiran downgrade MSCI mempengaruhi stabilitas pasar saham Indonesia?
Titik Awal Kekhawatiran Investor
Isu bermula ketika MSCI (Morgan Stanley Capital Internasional) mengidentifikasi risiko investabilitas pasar saham Indonesia.
Baca Juga: Harga Ekspor CPO Dipangkas 50 Persen Pemerintah Kejar Transfer Pricing Korporasi Besar Nasional
Khususnya terkait kurangnya keterbukaan informasi struktur kepemilikan dan data free float, serta potensi perilaku perdagangan yang mengganggu pembentukan harga pasar.
MSCI kemudian menghentikan sementara penyesuaian indeks dan memberi tenggat hingga Mei 2026 untuk perbaikan.
Bank Investasi Pangkas Rating
Setelah peringatan MSCI, Goldman Sachs menurunkan rating pasar saham Indonesia menjadi Underweight.
Dengan riset yang memperingatkan kelanjutan aksi jual pasif oleh dana indeks serta hambatan kinerja pasar dalam jangka pendek.
Sementara itu, UBS menurunkan pandangan menjadi Neutral, mencatat bahwa ketidakpastian regulasi dan pencabutan izin usaha oleh pemerintah berdampak negatif pada sentimen investor.
Skenario Dana Asing Keluar
Dalam skenario ekstrem — yakni downgrade ke Frontier Market — para analis menyebut potensi capital outflows bisa mencapai hingga Dolar AS 7,8 miliar dari dana pasif saja.
Baca Juga: Fakta.Tambang Emas Tumpang Pitu Terungkap, Dari 2012 Hingga Perubahan Saham Korporasi Tambang
Jika indeks lain seperti FTSE Russell menyesuaikan kriterianya, total potensi arus keluar bisa lebih besar lagi.
Tekanan Pasar dan IHSG
Desakan jual besar-besaran oleh investor global menyebabkan IHSG anjlok tajam dan memaksa beberapa sesi perdagangan mengalami trading halt.