“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen,” ujar Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Ia menegaskan kondisi tersebut menjadi dorongan bagi petani untuk terus meningkatkan produksi guna menjaga ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Pendapatan Negara Tumbuh Namun Belanja Lebih Cepat, APBN Februari 2026 Alami Defisit Rp135,7 Triliun
Sebagai latar belakang, isu ketahanan pangan global kembali menjadi perhatian sejak beberapa tahun terakhir akibat perubahan iklim dan konflik geopolitik yang memengaruhi rantai pasok pangan dunia.
Dalam berbagai laporan lembaga internasional dan media arus utama, banyak negara meningkatkan cadangan pangan nasional sebagai langkah mitigasi terhadap ketidakpastian pasokan global.****
Artikel Terkait
Kasus Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi Kembali Ramai Setelah Penyelidikan KPK Dimulai Lagi
Pendapatan Negara Tumbuh Namun Belanja Lebih Cepat, APBN Februari 2026 Alami Defisit Rp135,7 Triliun
Ketahanan Energi Diperkuat, Pertamina Jaga Stok BBM dan LPG Hingga Lebaran Idulfitri 2026
Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, Simbol Kedaulatan Sunda yang Simpan Rahasia Tambang Emas
IMF Nilai Ketegangan Timur Tengah Bisa Ganggu Stabilitas Ekonomi Global dan Keamanan Energi Asia
Investigasi Korupsi Pajak dan Bea Cukai Menguat, KPK Soroti Potensi Kebocoran Penerimaan Negara Besar
Ilmuwan Temukan Sinyal Bahaya Lingkungan Dari Lonjakan Perak di Kawasan Laut China Selatan
Analisis Kebijakan Fiskal: Penerimaan Negara Melemah, Beban Bunga Utang APBN Semakin Membesar
Penahanan Richard Lee Jadi Sorotan Publik, Kasus Skincare, Bermula dari Laporan Dokter Detektif
Likuiditas Perbankan Ditambah Rp100 Triliun, Ini Dampaknya Bagi Kredit Usaha, KPR, dan Stabilitas Ekonomi