• Sabtu, 18 April 2026

Transformasi Ekonomi Indonesia Lewat Hilirisasi dan Bioenergi Jadi Strategi Hadapi Ketidakpastian Global

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Minggu, 29 Maret 2026 | 06:50 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Proyek hilirisasi industri mineral menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan membuka lapangan kerja baru. (Dok Instagram  @bahlillahadalia)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Proyek hilirisasi industri mineral menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan membuka lapangan kerja baru. (Dok Instagram @bahlillahadalia)

Program biodiesel dan etanol dinilai dapat mengurangi tekanan defisit neraca perdagangan energi yang selama ini menjadi perhatian pemerintah.

Baca Juga: Istana Jadi Saksi Penguatan Hubungan Indonesia dan Tiongkok dalam Agenda Strategis dan Stabilitas Regional

Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan subsidi energi tetap dijaga agar stabilitas harga bahan bakar tetap terkontrol.

Strategi ini menunjukkan pendekatan fiskal dan energi berjalan paralel dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Kebijakan Fiskal Adaptif Jadi Penopang Stabilitas Harga Energi Nasional

Pemerintah memastikan APBN memiliki kapasitas untuk meredam dampak kenaikan harga minyak global terhadap subsidi energi domestik.

Baca Juga: Keputusan Jepang Lepas Cadangan Energi Jadi Momentum Uji Ketahanan Pasar Minyak Global 2026

Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, ruang fiskal masih memadai untuk menjaga stabilitas harga bahan bakar bersubsidi bagi masyarakat.

Kebijakan ini menjadi bagian strategi menjaga konsumsi domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan komitmen menjaga keseimbangan antara kesehatan fiskal dan perlindungan sosial.

Baca Juga: Penurunan Approval Rating Trump Jadi Sorotan Setelah Lonjakan Harga Bahan Bakar dan Kebijakan Militer

Sinergi Kebijakan Jadi Kunci Indonesia Hadapi Tekanan Ekonomi Global

Bahlil Lahadalia menegaskan kebijakan sektor energi dan fiskal harus berjalan selaras agar mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Ia menyatakan kebijakan pajak ekspor mineral dan bea keluar masih dalam tahap pembahasan teknis lintas kementerian.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat penerimaan negara tanpa melemahkan daya saing industri nasional.

Baca Juga: Pengawasan BPR Diperketat, OJK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan dan Keamanan Dana Masyarakat

Finalisasi kebijakan akan diumumkan setelah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selesai dilakukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X