Ia menegaskan kondisi produksi yang stabil membuat pasokan domestik relatif kuat meskipun dinamika global terus berkembang.
Strategi Antisipasi Kekeringan Melalui Pompanisasi dan Penguatan Infrastruktur Air Pertanian
Pemerintah juga menyiapkan strategi mitigasi kekeringan guna menjaga stabilitas produksi padi nasional pada musim kemarau mendatang.
Salah satu langkah utama adalah program pompanisasi yang pada tahun sebelumnya telah menjangkau sekitar 1,2 juta hektare lahan pertanian.
Pada tahun 2026, Kementerian Pertanian berencana menambah cakupan pompanisasi hingga 1 juta hektare lahan guna memastikan suplai air tetap tersedia.
Baca Juga: Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, Simbol Kedaulatan Sunda yang Simpan Rahasia Tambang Emas
“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi,” kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Selain pompanisasi, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan atau irpom yang ditargetkan menjangkau sekitar 1 juta hektare lahan pertanian.
Langkah ini bertujuan menjaga produktivitas tanaman padi agar tidak terdampak kekurangan air selama musim kering.
Baca Juga: Ketahanan Energi Diperkuat, Pertamina Jaga Stok BBM dan LPG Hingga Lebaran Idulfitri 2026
Stok Beras Pemerintah Diproyeksikan Meningkat Seiring Datangnya Panen Raya Nasional
Kementerian Pertanian memperkirakan stok beras pemerintah akan terus meningkat dalam dua bulan ke depan seiring datangnya panen raya di berbagai daerah.
Stok beras pemerintah diproyeksikan dapat mencapai sekitar 5 juta ton yang akan memperkuat cadangan nasional.
Selain beras, beberapa komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga dilaporkan berada dalam kondisi surplus di pasar domestik.
Baca Juga: Kasus Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi Kembali Ramai Setelah Penyelidikan KPK Dimulai Lagi
Ketersediaan pupuk juga dinilai aman dengan harga yang turun sekitar 20 persen dibandingkan sebelumnya.