• Sabtu, 18 April 2026

Pemerintah Kuatkan Kopdes Merah Putih Saat Ritel Modern Semakin Ekspansif di Wilayah Pedesaan

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Selasa, 24 Februari 2026 | 16:00 WIB
Menkop Ferry Juliantono. Rapat kerja pemerintah membahas penguatan koperasi desa sebagai instrumen pemerataan ekonomi nasional dan penataan ekspansi ritel modern di kawasan pedesaan Indonesia. (Instagram @ferry.juliantono)
Menkop Ferry Juliantono. Rapat kerja pemerintah membahas penguatan koperasi desa sebagai instrumen pemerataan ekonomi nasional dan penataan ekspansi ritel modern di kawasan pedesaan Indonesia. (Instagram @ferry.juliantono)

FINANCE 24 JAM - Apakah kebijakan koperasi desa menjadi titik balik dominasi korporasi ritel modern di Indonesia?

Mungkinkah ekonomi desa kembali menjadi pusat pertumbuhan baru sekaligus mempengaruhi arah investasi pasar nasional?

Wacana penguatan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya menyasar pembangunan desa, tetapi juga mulai memengaruhi dinamika investasi sektor ritel nasional.

Baca Juga: Proyek Emas Pani Gorontalo Mulai Produksi Perdana, Bagaimana Dampaknya Industri Emas ke Depan

Pemerintah menilai transformasi ekonomi desa diperlukan agar pertumbuhan ekonomi tidak terkonsentrasi di kota besar.

Koperasi Desa Diposisikan Sebagai Mesin Pemerataan Ekonomi Nasional Berkelanjutan

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan koperasi desa hadir sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kepemilikan bersama.

Ia menyebut pemerintah hanya mengatur ekspansi gerai baru ritel modern di desa agar koperasi memiliki kesempatan berkembang sehat.

Baca Juga: Delapan Korporasi Antre IPO di Bursa Efek, Pasar Modal Tunggu Momentum Listing Saham Tahun 2026

Ferry menegaskan kebijakan ini bukan bentuk pembatasan usaha melainkan upaya menciptakan kompetisi yang seimbang dan berkelanjutan.

Penguatan koperasi mencakup profesionalisasi manajemen, digitalisasi transaksi, serta penguatan rantai pasok logistik desa.

Langkah ini selaras dengan agenda nasional pemerataan pembangunan ekonomi hingga tingkat desa dan kelurahan.

Baca Juga: Perbankan Syariah Disebut Lebih Mahal, Benarkah Kritik Menkeu Jadi Momentum Evaluasi Industri

Dominasi Ritel Modern di Desa Memicu Evaluasi Kebijakan Pemerintah

Sebelumnya, Menteri Desa (Mendes) Yandri Susanto menyatakan ekspansi ritel modern perlu dikendalikan karena jumlah gerainya telah melampaui 20.000 unit nasional.

Ia menilai dominasi distribusi kebutuhan pokok oleh korporasi berpotensi mengurangi daya tahan ekonomi lokal desa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X