FINANCE 24 JAM - Mengapa korporasi baja asal Tiongkok bisa beroperasi di Indonesia tanpa membayar pajak hingga triliunan rupiah?
Sejauh mana kebocoran penerimaan negara ini mencerminkan lemahnya pengawasan fiskal dan penegakan hukum perpajakan nasional?
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan temuan adanya korporasi baja dan bahan bangunan asal Tiongkok yang beroperasi secara ilegal di Indonesia tanpa memenuhi kewajiban perpajakan.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam forum internal Kementerian Keuangan (Kememkeu) dan menyoroti potensi kebocoran penerimaan negara yang dinilai signifikan.
Temuan Korporasi Baja Ilegal Beroperasi Tanpa Kepatuhan Pajak
Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan terdapat korporasi baja asal Tiongkok yang menjalankan kegiatan usaha tanpa mekanisme administrasi dan pelaporan pajak resmi.
Ia menjelaskan, operasional dilakukan dengan tenaga kerja asing yang tidak berbahasa Indonesia serta transaksi langsung berbasis tunai kepada klien domestik.
Baca Juga: Rp11.620 Triliun di Awal 2026, Miliarder Teknologi Elon Musk Cetak Rekor Baru Kapitalisme Global
Skema transaksi tunai tersebut membuat aktivitas usaha tidak tercatat dalam sistem perpajakan, sehingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak dipungut maupun disetorkan.
Menurut Purbaya, satu korporasi baja memiliki potensi omzet hingga Rp4 triliun per tahun yang tidak tercermin dalam penerimaan negara.
Ia menilai praktik tersebut tidak hanya merugikan fiskal, tetapi juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi industri domestik patuh pajak.
Baca Juga: Defisit APBD 2026 Dipangkas, Pemda Diminta Menkeu Purbaya Yudhi Fokus Belanja Produktif
Temuan ini menjadi sinyal kuat perlunya penguatan pengawasan lintas sektor terhadap kegiatan usaha berbasis impor dan manufaktur.
Artikel Terkait
Donald Trump Batalkan Transaksi Chip Rampung 2024, Korporasi Terkait Tiongkok Kena Divestasi
Data CBA: 26 Kapal Sewa PIS Gagal Capai Target ELF, Risiko Biaya dan Keselamatan Meningkat
Ekspor Bauksit Disorot, Kejati Kalimantan Barat Lanjutkan Penggeledahan KSOP Ketapang
Dari BBM Oplosan ke Kontrak Sewa: Fakta Baru Dakwaan Kerry Adrianto Riza Diungkap PEPS
70.000 Ton Batu Bara PETI di Kaltim Diamankan, Pemerintah Siapkan Proses Lelang Aset Negara
Wacana Amerika Beli Greenland Lagi: 4 Isu Kunci Soal Militer, Sumber Daya, dan Kedaulatan
Presiden Donald Trump Pangkas Keterlibatan Global, AS Resmi Keluar dari 66 Organisasi Dunia
Defisit APBD 2026 Dipangkas, Pemda Diminta Menkeu Purbaya Yudhi Fokus Belanja Produktif
Rp11.620 Triliun di Awal 2026, Miliarder Teknologi Elon Musk Cetak Rekor Baru Kapitalisme Global
BBTN Rampungkan Spin-off UUS Rp5,56 Triliun, Kontribusi Laba 23,51 Persen Perkuat Stabilitas Keuangan