FINANCE 24 JAM - Mengapa banyak anak muda memiliki akses ke layanan keuangan digital tetapi masih kesulitan mengatur uang secara bijak?
Bisakah modul literasi keuangan baru membantu Gen Z dan milenial menghindari utang berisiko serta membangun masa depan finansial sehat?
Korporasi Easycash bersama AFTECH dan IARFC Indonesia meluncurkan MOJANG sebagai modul literasi keuangan untuk memperkuat pemahaman finansial generasi muda di era digital.
Baca Juga: Batas Investasi Saham Asuransi Naik Hingga 20 Persen, IFG Progress Ingatkan Risiko Konsentrasi
Kolaborasi Fintech Perkuat Edukasi Finansial Generasi Muda Indonesia
Peluncuran MOJANG dilakukan di Jakarta pada 10 Februari 2026 sebagai bentuk kolaborasi industri fintech dan komunitas perencana keuangan dalam meningkatkan literasi keuangan.
Program ini menargetkan Gen Z dan milenial yang semakin aktif menggunakan layanan keuangan digital namun belum sepenuhnya memahami risiko dan tanggung jawab finansial.
MOJANG dirancang sebagai panduan praktis yang mudah dipahami agar generasi muda mampu membuat keputusan finansial secara sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Gejolak IHSG: Presiden Prabowo Marah, Evaluasi Bursa, dan Sorotan Anomali Saham di Pasar Modal
Kesenjangan Literasi Keuangan Masih Jadi Tantangan Nasional Serius
Data SNLIK 2025 menunjukkan inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen sementara literasi baru 66,46 persen sehingga kesenjangan pemahaman masih cukup lebar.
Kelompok usia 18–25 tahun mencatat inklusi 89,96 persen dengan literasi 73,22 persen yang menandakan tingginya akses namun belum diimbangi pemahaman mendalam.
Kelompok usia 26–35 tahun memiliki inklusi 86,10 persen dan literasi 74,04 persen sehingga program literasi menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi produktif.
Baca Juga: Aksi Protes Palestina di Australia Meluas ke Puluhan Kota Saat Presiden Israel Isaac Herzog Knjungan
MOJANG Fokus Edukasi Utang Sehat dan Reputasi Kredit
Modul MOJANG membahas pengelolaan arus kas, manajemen utang, reputasi kredit, serta pemahaman risiko layanan keuangan digital bagi generasi muda.
Pendekatan yang digunakan bersifat kontekstual dan tidak menggurui agar materi mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari pengguna layanan finansial digital.
Artikel Terkait
DJP Bongkar Skema Pajak Baja 2015–2019, 40 Bisnis Sembunyikan Omzet dan Hindari Kewajiban PPN
29 Tambang Dievaluasi, 47 Beroperasi Sesuai Regulasi Demi Lingkungan dan Ekonomi Lokal
Kasus Pajak Banjarmasin Memanas, KPK Dalami 12 Korporasi Terkait Rangkap Jabatan Pejabat Pajak
KPK Didesak Beri Kejelasan Hukum Direktur PT Finnet dalam Kasus Korupsi EDC BRI Rp744 Miliar
Jeff Bezos dan Transformasi Washington Post 2013-2026 Ungkap Strategi Digital Industri Media
Rp40,5 Miliar Disita dari Safe House Skandal Korupsi Bea Cukai dan Enam Tersangka Ditetapkan KPK
KPK Soroti Risiko Korupsi Industri Nikel dari Perizinan Tambang Hingga Ekspor Berdasarkan Kajian
Aksi Protes Palestina di Australia Meluas ke Puluhan Kota Saat Presiden Israel Isaac Herzog Knjungan
Gejolak IHSG: Presiden Prabowo Marah, Evaluasi Bursa, dan Sorotan Anomali Saham di Pasar Modal
Batas Investasi Saham Asuransi Naik Hingga 20 Persen, IFG Progress Ingatkan Risiko Konsentrasi