Direktur Utama korporasi Easycash, Nucky Poedjiardjo, menegaskan literasi keuangan harus berjalan seiring dengan pesatnya adopsi teknologi finansial di Indonesia.
Baca Juga: KPK Soroti Risiko Korupsi Industri Nikel dari Perizinan Tambang Hingga Ekspor Berdasarkan Kajian
“Dengan pemahaman yang tepat sejak awal, generasi muda dapat memilih keputusan finansial hari ini tanpa mengorbankan rencana hidup di masa depan,” ujar Nucky.
Program Literasi Keuangan Dorong Kebiasaan Finansial Lebih Sehat Berkelanjutan
Korporasi Easycash menilai peningkatan literasi finansial generasi muda penting untuk membangun kebiasaan keuangan sehat dan mencegah risiko utang tidak terkelola.
MOJANG diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara industri fintech dan komunitas dalam memperluas edukasi finansial di Indonesia.
Baca Juga: Rp40,5 Miliar Disita dari Safe House Skandal Korupsi Bea Cukai dan Enam Tersangka Ditetapkan KPK
Upaya ini juga sejalan dengan kebutuhan meningkatkan kesadaran finansial agar generasi muda tidak hanya memiliki akses layanan keuangan, tetapi juga kemampuan mengelola risiko.
Melalui edukasi praktis dan relevan, program MOJANG diharapkan membantu generasi muda membangun masa depan finansial yang lebih stabil dan berkelanjutan.****
Artikel Terkait
DJP Bongkar Skema Pajak Baja 2015–2019, 40 Bisnis Sembunyikan Omzet dan Hindari Kewajiban PPN
29 Tambang Dievaluasi, 47 Beroperasi Sesuai Regulasi Demi Lingkungan dan Ekonomi Lokal
Kasus Pajak Banjarmasin Memanas, KPK Dalami 12 Korporasi Terkait Rangkap Jabatan Pejabat Pajak
KPK Didesak Beri Kejelasan Hukum Direktur PT Finnet dalam Kasus Korupsi EDC BRI Rp744 Miliar
Jeff Bezos dan Transformasi Washington Post 2013-2026 Ungkap Strategi Digital Industri Media
Rp40,5 Miliar Disita dari Safe House Skandal Korupsi Bea Cukai dan Enam Tersangka Ditetapkan KPK
KPK Soroti Risiko Korupsi Industri Nikel dari Perizinan Tambang Hingga Ekspor Berdasarkan Kajian
Aksi Protes Palestina di Australia Meluas ke Puluhan Kota Saat Presiden Israel Isaac Herzog Knjungan
Gejolak IHSG: Presiden Prabowo Marah, Evaluasi Bursa, dan Sorotan Anomali Saham di Pasar Modal
Batas Investasi Saham Asuransi Naik Hingga 20 Persen, IFG Progress Ingatkan Risiko Konsentrasi