bisnis

Bahlil Ungkap 3 Jalur Investasi Tambang untuk AS, Hilirisasi Mineral Tetap Jadi Syarat Utama Investasi

Senin, 23 Februari 2026 | 12:45 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan dua skema investasi tambang bagi korporasi Amerika Serikat sebagai bagian strategi hilirisasi mineral Indonesia memperkuat rantai pasok global energi masa depan. (Facebook.com @Bahlil Lahadalia)

FINANCE 24 JAM - Akankah investasi tambang Amerika Serikat membawa manfaat nyata bagi ekonomi Indonesia dan tenaga kerja lokal?

Seberapa besar peluang hilirisasi mineral menciptakan industri baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi hijau dunia?

Pemerintah Buka Akses Investasi Tambang dengan Dua Skema Kemitraan Resmi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah membuka peluang investasi korporasi Amerika Serikat melalui eksplorasi langsung dan kerja sama usaha patungan.

Baca Juga: UEA Gandeng Elon Musk Bangun Dubai Loop Hingga Pusat AI Global Masa Depan Dunia Digital

Kebijakan ini diumumkan setelah penandatanganan kesepakatan dagang antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump dalam agenda kerja sama ekonomi bilateral terbaru.

Eksplorasi langsung memungkinkan investor mencari cadangan mineral baru, sedangkan skema joint venture mendorong kolaborasi teknologi dengan Badan Usaha Milik Negara Indonesia.

Bahlil menegaskan negara tetap menjadi pengendali utama sumber daya melalui regulasi ketat dan pengawasan pemerintah terhadap seluruh aktivitas pertambangan.

Baca Juga: Saham Gorengan Jadi Sorotan Purbaya Yudhi Sadewa Demi Jaga aga Kepercayaan Investor Gen Z

Langkah tersebut disebut sebagai strategi mempercepat industrialisasi berbasis sumber daya alam bernilai tambah tinggi.

Kebijakan Larangan Ekspor Mineral Mentah Tetap Berlaku Tanpa Kompromi

Pemerintah memastikan investasi asing tidak mengubah kebijakan hilirisasi yang telah menjadi arah pembangunan industri nasional selama beberapa tahun terakhir.

Bahlil menegaskan investor Amerika Serikat wajib membangun smelter sebelum memperoleh izin ekspor hasil tambang.

Baca Juga: Perubahan Tarif AS Picu Diplomasi Ekonomi Indonesia Pertahankan Akses Pasar Ekspor Strategis

Kebijakan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dalam negeri sekaligus menciptakan ekosistem industri pengolahan mineral nasional.

Indonesia sebelumnya berhasil meningkatkan nilai ekspor produk nikel olahan secara signifikan setelah pelarangan ekspor bijih mentah diberlakukan.

Halaman:

Tags

Terkini