Komposisi tersebut mencerminkan upaya pendalaman pasar modal melalui variasi sektor strategis yang menjadi penggerak ekonomi domestik.
Baca Juga: Indonesia Antisipasi Kebijakan Tarif Baru AS Demi Menjaga Daya Saing Ekspor Nasional Ke Pasar Global
Aktivitas Pendanaan Alternatif Tetap Bergulir Lewat Obligasi dan Sukuk
Meski IPO belum berjalan, aktivitas penghimpunan dana melalui instrumen Efek Bersifat Utang dan Sukuk tetap menunjukkan dinamika positif.
BEI mencatat hingga Kamis (20/02/2026) terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS dengan nilai penghimpunan dana mencapai Rp15,71 triliun.
Selain itu terdapat 20 emisi dari 21 penerbit yang masih berada dalam pipeline penerbitan obligasi dan sukuk.
Sementara aksi rights issue telah dilakukan oleh tiga korporasi dengan total nilai Rp3,75 triliun hingga periode sebelumnya pada Kamis (26/09/2025).
Dalam antrean berikutnya terdapat satu korporasi sektor properti yang akan melaksanakan rights issue sebagai strategi penguatan struktur modal.
Sentimen Global dan Stabilitas Domestik Jadi Penentu Kebangkitan IPO
Sejumlah analis menilai lambatnya IPO awal tahun berkaitan dengan strategi wait and see pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi global dan suku bunga.
Menurut laporan riset Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui situs resmi menyebutkan stabilitas sektor keuangan domestik tetap terjaga meski volatilitas eksternal masih berlangsung.
Laporan menyebut banyak pasar berkembang mengalami perlambatan IPO awal tahun akibat ketidakpastian arah kebijakan moneter global.
Nyoman menegaskan BEI tetap optimistis pipeline IPO akan terealisasi seiring stabilitas ekonomi nasional dan meningkatnya kepercayaan investor sepanjang 2026.****
Artikel Terkait
Korporasi Global Puji Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Indonesia dalam Pertemuan Strategis
Perjanjian Dagang Indonesia - AS Sorot Ketimpangan Akses Pasar dan Tantangan Ketahanan Pangan Nasional
Putusan MA AS Picu Kebijakan Tarif Baru Trump, Bagaimana Strategi Indonesia Jaga Stabilitas Ekspor Nasional
Indonesia Antisipasi Kebijakan Tarif Baru AS Demi Menjaga Daya Saing Ekspor Nasional Ke Pasar Global
Bank Syariah Dinilai Kurang Efisien, OJK Ungkap Penyebab Struktur Biaya Tinggi Keuangan Syariah
Walhi Soroti Risiko Ekologis Jika Kontra Freeport Diperpanjang Hingga Cadangan Mineral Habis Sepenuhnya
Purbaya Desak Bersihkan Saham Gorengan BEI Demi Lindungi Investor Muda dan Stabilitas Pasar Modal
Mengapa Uni Emirat Arab Jadi Mitra Strategis Elon Musk dalam Kembangkan Teknologi Masa Depan
Bahlil Ungkap 3 Jalur Investasi Tambang untuk AS, Hilirisasi Mineral Tetap Jadi Syarat Utama Investasi
Di Balik Pembelian 50 Pesawat Boeing, ni Arah Baru Kebijakan Ekonomi Indonesia Bersama AS