• Sabtu, 18 April 2026

BEI Ungkap 8 Korporasi Masuk Pipeline IPO, Mengapa Hingga Februari Belum Ada Pencatatan Saham Baru

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Selasa, 24 Februari 2026 | 10:01 WIB
Direktur Penilaian Korporasi BEI, I Gede Nyoman Yetna. Pergerakan indeks saham di BEI berlangsung stabil di tengah strategi korporasi menunggu momentum terbaik untuk melakukan IPO. (Dok. Idx.co.id)
Direktur Penilaian Korporasi BEI, I Gede Nyoman Yetna. Pergerakan indeks saham di BEI berlangsung stabil di tengah strategi korporasi menunggu momentum terbaik untuk melakukan IPO. (Dok. Idx.co.id)

Komposisi tersebut mencerminkan upaya pendalaman pasar modal melalui variasi sektor strategis yang menjadi penggerak ekonomi domestik.

Baca Juga: Indonesia Antisipasi Kebijakan Tarif Baru AS Demi Menjaga Daya Saing Ekspor Nasional Ke Pasar Global

Aktivitas Pendanaan Alternatif Tetap Bergulir Lewat Obligasi dan Sukuk

Meski IPO belum berjalan, aktivitas penghimpunan dana melalui instrumen Efek Bersifat Utang dan Sukuk tetap menunjukkan dinamika positif.

BEI mencatat hingga Kamis (20/02/2026) terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS dengan nilai penghimpunan dana mencapai Rp15,71 triliun.

Selain itu terdapat 20 emisi dari 21 penerbit yang masih berada dalam pipeline penerbitan obligasi dan sukuk.

Baca Juga: Walhi Soroti Risiko Ekologis Jika Kontra Freeport Diperpanjang Hingga Cadangan Mineral Habis Sepenuhnya

Sementara aksi rights issue telah dilakukan oleh tiga korporasi dengan total nilai Rp3,75 triliun hingga periode sebelumnya pada Kamis (26/09/2025).

Dalam antrean berikutnya terdapat satu korporasi sektor properti yang akan melaksanakan rights issue sebagai strategi penguatan struktur modal.

Sentimen Global dan Stabilitas Domestik Jadi Penentu Kebangkitan IPO

Sejumlah analis menilai lambatnya IPO awal tahun berkaitan dengan strategi wait and see pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi global dan suku bunga.

Baca Juga: Perjanjian Dagang Indonesia - AS Sorot Ketimpangan Akses Pasar dan Tantangan Ketahanan Pangan Nasional

Menurut laporan riset Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui situs resmi menyebutkan stabilitas sektor keuangan domestik tetap terjaga meski volatilitas eksternal masih berlangsung.

Laporan menyebut banyak pasar berkembang mengalami perlambatan IPO awal tahun akibat ketidakpastian arah kebijakan moneter global.

Nyoman menegaskan BEI tetap optimistis pipeline IPO akan terealisasi seiring stabilitas ekonomi nasional dan meningkatnya kepercayaan investor sepanjang 2026.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X