• Sabtu, 18 April 2026

MNC Energy Perkuat Bisnis Energi Lewat Proyek Batu Bara 3 Juta Ton Bersama Astra

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:30 WIB
Aktivitas pertambangan batu bara di Sumatera Selatan menjadi fokus kerja sama MNC Energy dan Astra melalui United Tractors. (Dok. mncenergy.com)
Aktivitas pertambangan batu bara di Sumatera Selatan menjadi fokus kerja sama MNC Energy dan Astra melalui United Tractors. (Dok. mncenergy.com)

FINANCE 24 JAM - Apakah kolaborasi dua korporasi raksasa ini akan mengubah peta produksi batu bara nasional?

Sejauh mana sinergi MNC Energy dan Astra mampu mempercepat monetisasi cadangan energi Sumatera Selatan?

Kolaborasi strategis antara Grup MNC dan Grup Astra menjadi sorotan èèè keduanya mengonfirmasi kerja sama pengembangan tambang batu bara di Sumatera Selatan.

Baca Juga: Transaksi Tunai dan Under Invoicing, Modus Korporasi Baja Tiongkok Hindari Pajak di Indonesia

Proyek ini melibatkan PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) dan PT United Tractors Tbk sebagai bagian dari langkah akselerasi produksi energi nasional.

Melalui anak usahanya PT Bhakti Coal Resources, MNC Energy menggandeng entitas Astra sebagai kontraktor tambang profesional.
.
Target awal produksi ditetapkan sebesar 3 juta metrik ton batu bara per tahun pada tahap awal pengembangan tambang.

Baca Juga: Kenapa Greenland Penting? 5 Fakta Geopolitik Arktik yang Picu Ketertarikan Amerika Serikat

Kolaborasi Strategis Dua Korporasi Besar Sektor Energi Nasional

Kerja sama ini berfokus pada konsesi tambang milik PT Bhakti Coal Resources di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Wilayah tersebut dikenal memiliki cadangan batu bara dengan kualitas kompetitif untuk kebutuhan domestik dan ekspor.

MNC Energy berperan sebagai pemegang izin usaha pertambangan dan pemilik cadangan batu bara.

Baca Juga: Negara Amankan 70.000 Ton Batu Bara Ilegal di Kaltim, Stockpile PETI Disiapkan untuk Lelang Negara

Sementara itu, Grup Astra melalui United Tractors dan anak usahanya menyediakan jasa kontraktor, alat berat, dan manajemen operasional tambang.

Sinergi ini memadukan kepemilikan sumber daya dengan keunggulan teknis dan infrastruktur pertambangan modern.

Model kerja sama tersebut dinilai mampu menekan biaya produksi dan mempercepat tahap komersialisasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X