• Sabtu, 18 April 2026

Merger Rio Tinto dan Glencore: Ambisi Tembaga Global dengan Valuasi Hingga Dolar AS 260 Miliar

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:50 WIB
Aktivitas tambang tembaga menjadi sorotan utama dalam rencana merger strategis Rio Tinto dan Glencore (Dok. riotinto.com)
Aktivitas tambang tembaga menjadi sorotan utama dalam rencana merger strategis Rio Tinto dan Glencore (Dok. riotinto.com)

Skema All-Share Merger dan Tantangan Valuasi

Diskusi mengarah pada skema merger seluruhnya berbasis saham atau all-share merger.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Ekspor Bauksit, Kejati Kalbar Amankan Dokumen dari KSOP Ketapang

Rio Tinto diperkirakan mengakuisisi Glencore melalui mekanisme court-sanctioned scheme of arrangement.

Struktur ini umum digunakan dalam transaksi besar di Inggris.

Valuasi gabungan kedua korporasi diproyeksikan mencapai Dolar AS 200 miliar hingga Dolar AS 260 miliar.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Ekspor Bauksit, Kejati Kalbar Amankan Dokumen dari KSOP Ketapang

Nilai tersebut berpotensi menjadikan entitas baru sebagai korporasi tambang terbesar dunia.
Namun, kesepakatan valuasi tetap menjadi isu sensitif.

Upaya serupa pada akhir 2024 sebelumnya gagal akibat perbedaan valuasi.

Kali ini, perubahan kepemimpinan di Rio Tinto dinilai membuka ruang kompromi baru.

Baca Juga: Pengelolaan Kapal Sewa PIS Disorot: 123 dari 292 Kapal Berusia di Atas 20 Tahun Keselamatan Dipertanyakan

CEO baru Rio Tinto, Simon Trott, mulai menjabat pada 2025.

Batu Bara Jadi Isu Tata Kelola dan ESG

Portofolio batu bara Glencore menjadi perhatian utama investor institusional.

Isu lingkungan dan keberlanjutan berpotensi memengaruhi persetujuan pemegang saham Rio Tinto.

Banyak investor global memiliki mandat investasi berbasis ESG.

Baca Juga: CBA Soroti Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Indonesia Rp5,5 Triliun yang Dinilai Minim Transparansi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X